Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Untuk waktu Yang Lebih Baik Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16
BLESSING DAY
(Heaven Without Wine)

***

Mempertanyakan pada diriku sendiri tentang sebuah langkah yang kadang hilang arah, tentang sebuah langkah yang entah akan membawaku kemana. Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap, serupa tangisan mereka yang tak kunjung usai.

Lalu datang sebuah cahaya dan menyapa setiap jiwa yang terlalu lelah, layaknya sayap djibril dalam badar. Cahaya yang entah dari mana, cahaya yang terkadang dipertanyakan karena lebih terbiasa dalam sebuah gelap.

***

“Dari tadi liatin kamu tidur aja kok… keliatan nyenyak banget tidurnya..”

“Hehe.. maafin key, jadi repotin kamu banget…”

Kekey hanya tersenyum lembut mendengar kan, wajah kekey semakin mendekat ke arah ku.

Sambil tersenyum dan menatap ku kekey semakin mendekatkan wajah nya.. dan tak lama kekey menatap ku dengan begitu dekat namun mata kekey kini sedah berair.

“Jangan bikin aku khawatir lagi ya…” ucap kekey sambil menahan tangisnya.

Mendengar perkataan kekey itu membuat hatiku terasa sakit, membuatku merasa begitu sangat hidup dan berarti. Kemudian saya sedikit bangkit dan memeluk kekey. Perlahan kekey menumpahkan air matanya dalam pelukan ku.

“aku udah terlalu sering ngerasa kehilangan…” ucap kekey dalam tangisanya.

Saya hanya semakin erat memeluk tubuh kekey, entah memang semesta sengaja mempertemukan kami berdua. Dua jiwa yang sudah terlalu sering merasa kehilangan dan hilang. Dua jiwa yang selalu mempertanyakan sebuah bentuk kehidupan dalam kesendirian.

CUP!!

Aku mencium kening kekey. Ciuman pertama ku untuk kekey akhirnya jatuh pada malam itu. Kekey hanya tersenyum dan menghapus sisa airmata diwajahnya. Akhirnya kekey tidur bersama ku di ranjang rawat ini. Sebuah pelukan kekey yang mengantar kan ku menuju gelap dan lelap.

***​

Pagi itu sekitar jam 9 saya terbangun dan melihat kekey sudah segar dangan rambut basahnya. Ia sudah berpakaian rapih, kekey akan berangkat ke toko yang akan kami buka, katanya kekey akan kembali lagi kesini nanti sore setelah melihat toko, sempat merasa malu karena itu seharusnya menjadi tugas ku.

“Udah gpp rey, kan kamunya juga lagi sakit… oia nanti yussi kesini siangan katanya..” ucap kekey sambil memegang tangan ku dan pamit untuk pergi.

Oh God thanks for the angel you send to me! Ucap ku dalam hati sambil tersenyum, merasa bersyukur atas apa yang terjadi dan ku miliki hari ini, dan ini yang namanya ketika bencana berubah menjadi sebuah rahmat.

Saat sedang asik bermain dengan handphone ku tiba tia seseorang mengetuk pintu dan langsung masuk kekamar ku.

“Pagi reyyy!!…” sahutnya sambil berjalan kearah ku dan mencium keningku. What another angels come to my room!

Yap! Yang datang pagi itu adalah sella. Entah untuk apa ia datang tapi waktunya selalu tepat saat kekey tak ada disini.

“Gimana rey udah mendingan?” tanya sella sambil duduk dipinggiran ranjang ku.

“Ehh.. udah ko, udah bisa pulang kayanya tapi gatau hari ini atau besok sel..”

Untung tak lama seorang suster masuk untuk memeriksa ku sambil disusul sarapan pagi datang bersama beberapa obat yang mulai bosan ku lihat.

“Sus kapan bisa pulang?” tanya ku pada suster yang sedang memeriksa tensi darah ku.

“Kalo kondisi masnya makin baik mungkin nanti sore udah bisa pulang mas..” jawab suster itu sambil tersenyum. Manis juga ini suster gumam ku.

Setelah suster beres memeriksa ku dan langsung keluar, aku mencoba untuk bangkit dari kasur ku.

“Eh rey mau ngapain..?” tanya sella yang melihat ku sedang berusah untuk berdiri.

“Mau ke toilet gue.. mau bersih bersih lagian bete tidur muluk…” jawab ku sambil berjalan menyeret impus ku.

Sesaat aku menatap keluar jendela. Bandung pagi hari ini sedang cerah, kemudian sella menghampiri ku dan langsung memeluk tubuh ku dari belakang. Entah apa yang dipikirkan sella, entah juga apa motif sella melakukan semua ini.

Setelah beres dari kamar mandi saya langsung duduk disebuah sofa yang ada didalam ruangan ku.

“Rey mam dulu yah…” ucap sella sambil menghampiri ku dan membawa semangkuk makanan yang tadi diantarkan oleh pihak rumah sakit. Saya hanya mengangguk. Jir pengen ngeroko gue… gumam ku dalam hati.

Akhirnya sella menyuapi ku sambil sesekali membelei atau memegang tangan ku, saya yang masih tak nafsu untuk makan hanya mampu menghabiskan seperempat makanan dan sella langsung mengambil obat untuk ku minum.

“Sel, lu gak lagi ngerencanain sesuatu kan..?” tanya ku ke sella.

“segitunya banget sih ke gue… kan gue masih sayang sama kamu rey..” jawab sella. Kemudian sella semakin mendekatkan duduknya disamping ku, perlahan sella memeluk tubuh ku.

Perlahan juga sella mulai menciumi leher ku, tanganya pun mulai hinggap diatas rey junior. Pelan sella mulai meremas rey juniar dari atas celana boxer yang ku gunakan sementara ciuman di leher ku pun semakin terasa.

Kulirik sella lalu ia langsung mencium bibir ku, entah setan mana yang merestui. Aku terbawa permainan ini yang kemudian sella sudah mengocok titid ku dari balik celana. Ciuman kami semakin menjadi dengan permainan lidah. Lagi sakit juga tetep aja yeee ntotan mah jalan hihihi.

Satu tangan ku kini sudah meremas payudara sella… wohooo!! Ini nih toket yang gue kangenin banget!! Kemudian sella menyibakan baju hitam yang ia pakai sampai ke atas dadanya, lalu ia keluarkan kedua toket bulet nan tumpah itu dari balik cup bra sella.

Sella bangkit lalu duduk diatas tubuh ku. Sella menyodorkan satu toketnya ke arah muka ku “Nih mimi susu yaa biar cepet sembuh…” sahut sella sambil tersenyum binal. Fuck!! Senyum binal itu selalu saja bikin pusing.

Kemudian saya langsung ngemut puting sella yang sudah mulai mengeras. Ssshhhh!!! Lenguh sella ketika kumainkan putingnya dengan lidah ku, sekitar 5 menit aku memainkan kedua buah payudaranya secara bergantian akhirnya sella menarik kepala ku dan menciumin bibir ku dengan liar.

Tak lama kemudian sella turun. Begging on her knees! Sella jongkok dihadapan ku dianatar dua pahaku yang terbuka. Lalu sella mulai menarik keluar rey junior yang sudah bangun dari tidur panjangnya.

“Hi.. lama gak ketemu yee…” sahut sella seolah berbicara dengan rey junior sambil ia kocok pelan. Lalu sella mulai mengulum kepala rey junior.. fufufu!! Rasa geli campur enak kini bersatu diseluruh sarah ku. Kuluman sella semakin enak aja nih.

Sialnya, ketika tengah menikmati kuluman sella dan mungkin tinggal dikit lagi mau crot ada yang ngetuk pintu kamar rawat ku ini.

TOKK!!

TOKKK!!

Sella langsung berdiri dan membelakangi pintu untuk membenarkan bajunya sementara satu tangan ku sibuk untuk memasukan rey junior yang lagi ketanggungan ini kembalik kedalam celana boxer ku.

“Ihh ada sella….” ucap yussi sambil berjalan menghampiri ku.

“hehe.. iya ci tadi mampir kesini dulu.. “ jawab sella sambil tersenyum ke yussi dan langsung duduk disamping ku.

“Yuss. Katanya mau kesini siang… ini kan masih pagi…” ucap ku sewot ke yussi.

“Ihh gimana uci dong mau kesini kapan juga.. uci mah bebas.. wek!!” sahut yussi sambil ikut duduk disamping ku juga. Huaaa diapit oleh dua cewek cantik nih pagi-pagi hahaha!! Terima kasih dewa marmut..

“Ihhh uci ganggu kalian yaa…” tanya yussi

“Ganggu paan deh.. sensi banget lagi dapet yeee?” ucap ku.

“Iyaaa uci lagi dapet.. makanya jangan bikin uci kesel, nanti uci makan loh!!” sahutnya sambil memegang kening ku.

Akhirnya kami bertiga hanya ngobrol ringan sebelum sella bangkit untuk bersiap pamit karena harus kembali ke tokonya.

“Aku balik yaa rey.. cepet sembuh yaaa.. jangan bikin aku khawatir mulu..” ucap sella yang sudah bersiap pamit tapi kemudian duduk sebentar di samping ku sambil mengusap rambut ku.

“Ehh.. iyaa udah sembuh kok guee…” jawab ku.

“Apa nanti pulang nya ke kost aku aja gimanaaa…?” tanya sella yang langsung membuat yussi mencubit tangan ku pelan. Ngerti banget gue kode yang yussi kasih haha.

“Ehh sell, ga usah lah.. ngerepotin elu ntar nya.. lagian gue balik kerumah kok…”

“ya udah deh.. nanti aku yang kerumah kamu yaaa…”

CUP!!!

Sella mencium bibir ku.

“Uhuk-uhuk!! Duh uci keselek ih…” sahut yussi yang langsung membuat sella mencabut bibirnya dan tersenyum kearah ku.

Lalu sella mendekatkan kepalanya ke arah kuping ku. “Lu cuman milik gue rey! Ga boleh ada yang ngerebut elu dari gue.. dan ga ada yang boleh milikin lu selain gue.. someday i’ll be back to you and im watching on you rey…” bisik sella di telinga ku.

WOY!!! INI MAKSUDNYA APAAN?? BIKIN MERINDING AJAAA!!!

Kemudian sella bangkit lalu pamitan pada yussi dan berlalu keluar kamar rawat ku, sedangkan aku masih terdiam memikirkan apa yang barusan sella ucapkan.

“Reyyyyy!!! Ihhh sella itu kenapa sih? Serem ih uci mah…” sahut yussi yang langsung membuyarkan lamunan ku.

“entalah yus kenapa gue juga bingung…” jawab ku sambil menyenderkan kepalaku di bahu yussi.

Tak lama saya langsung memeluk tubuh yussi dan mencium pipi yussi, mungkin efek nanggung tadi jadi rada konslet otak gue nih.

“ih rey.. cium cium gitu…” sahut yussi sedikit berbisik. Saya hanya diam tak menjawab dan meneruskan untuk menicum pipi yussi kemudian turun menciumi leher yussi.

“iiii ini titidnya udah bangun hihihi….” sahut yussi sambil meraba rey junior dari atas celana boxer ku. Dan satu tangan ku dengan susah payah karena berbelit dengan selang impus mencoba untuk meraba payudara kenyal milik yussi.

Akhirnya saya dan yussi berciuman setelah tadi yussi sedikit memposisikan badanya agar memudahkan aksi ku, kini bada yussi telah berpindah ke tempat sella tadi duduk. Satu tangan ku kini sudah bebas meremas toket kenyal nya yussi.

Tak lama yussi menarik kepalanya dan menatap ku tajam “Rey!! Kenapa sih ih.. lagi sakit juga masih aja mesumin uci wuu!” ucap yussi.

“Ihh yus kan biar cepet sembuh..”

“ihh kan uci lagi dapet.. nanti kalo uci kepengen juga gimana hayoooh!!.. ga kasian apa ke uci nanti ribet sendiri…” cerocos yussi.

“hihihi galak deh… tapi ini liat tuh.. udah bediri yus…” jawab ku sambil ngeluarin rey junior yang kembali tegak.

“Ihhh malah ngeluarin titid coba.. malu ih rey ini kan di rumah sakit hihi…” jawab yussi ketkita melihat rey junior yang sudah tegak.

“Di emut aja yuss.. yah yah…” pintaku sambil satu tangan ku meremas payudara yussi.

Yussi sempat sewot mendengar permintaan ku barusan tapi yussi langsung mengulum rey junior dari samping badan ku sehingga membuat ku mudah untuk tetap meremas payudaranya.

Walau jujur sih, kuluman yussi ga sejago sella tapi not bad lah dari pada gue kentang gitu kan. Sekitar 10 menit akhirnya saya menumpahkan sperma ku yang sudah lama tertimbun didalam mulut yussi sambil melenguh kecil.

Yussi kemudian langsung berlari kedalam kamar mandi, yussi emang ga suka nelen sperma gitu haha dan aku langsung mengambil tissue lalu memasukan kembali rey junior kedalam tempatnya. Ahhh! Legaaaa, berasa plong sekarang. batin ku.

Setelah tadi memasukan rey junior kedalam celana saya langsung berjalan ke atas kasur dan merebahkan diri diatas kasur, mulai berasa sedikit mengantuk. Entah apa yang di lakukan yussi didalam kamar mandi, hanya terdengar suara air yang keluar dari kran air.

***​

sekitar jam 1 saya terbangun karena seorang suster dan seorang dokter tua memeriksa keadaan ku. Suster disini ko cantik-cantik sih hahaha.

“Mas nanti sore udah bisa pulang yaa.. tapi jangan dulu melakukan aktifitas berat, masih harus istirahat untuk beberapa hari kedapan..” ucap dokter tua itu.

Setelah memeriksa ku dokter dan suster itu langsung beranjak keluar lalu yussi langsung menghampiri ku dengan muka kesal dan mencubit perut ku

“Awwww!! Paan sih yusss…” ucap ku kesakitan sambil memegang bekas cubitan yussi.

“Itu kamu.. udah keluar di mulut uci langsung tidur gitu aja… dih cowo apaan kaya gitu…” ucap yussi kesal.

“hehe kan lemes yus.. sini sini guee cium…”

“Gak maaauuuu!!!” jawab yussi spontan.

Kemudian yussi sepertinya langsung menelepon kekey dan entah apa yang mereka bicarakan karena yussi menjauh dari ku ketika menelepon.

Selang waktu satu jam akhirnya kekey datang dengan senyuman manisnya lalu menyapa yussi dan menghampiri ku. Kekey mengkonfirmasi apa saya sudah bisa pulang sore ini kemudian kekey langsung membereskan beberapa barang dan memasukan kedalam sebuah tas tapi yussi beranjak keluar entah mau kemana.

“Udah sembuh yaaa kamu..” ucap kekey sambil tersenyum

“hehe iya nih key udah seger.. besok udah bisa bantu lu lagi di toko…”

“enggak! Istirahat aja dulu..” jawab kekey sambil masih memebereskan beberapa barang.

Setelah beres akhirnya kekey menyiapkan baju ganti untuk ku, nah yang begini nih yang cocok di jadiin istri hihihi.. kemudian yussi kembali dengan seorang suster. Suster itu lalu memeriksa ku sekali lagi lalu mulai mencabut selang impus di tangan ku dan menutupi bekas impus dengan plaster dan sedikit perban. Lalu saya pun bernajak kedalam kamar mandi untuk ganti baju.

***​

Akhirnya saya pulang dari room vip itu, saya sempat menanyakan masalah administrasinya namun kekey dan yussi hanya tersenyum kompak. Sekarang saya telah berada didalam mobil sedan mewah milik kekey dengan interior khas cewe dan aroma wangi interior mobilnya menambah kesan mewah kendaraan ini, jauh berbeda dengan mobil ku dulu. Ah! Jadi ingin punya mobil lagi gumam ku dalam hati.

Diperjalanan saya bertanya pada kekey, karena ini bukan jalan ke arah kosan yussi, tapi ke jalan arah menuju cihamplas. Lalu yussi menjelaskan bahwa beberapa hari kedepan saya akan tinggal di apartment nya kekey, karena yussi besok harus kembali balik ke Magelang.

Yaaa dewa marmut rezeki apa lagi ini….

Sesampainya di sebuah kawasan apartment mewah dekat punclut yussi langsung membawa tas dan membereskanya didalam sebuah kamar, apartment ini isinya dua kamar ruang TV dapur kamar mandi sama dapur gitu lah.

Ahh!! Hari ini berasa raja banget dilayani para bidadari cantik hahaha!!

Kekey kemudian duduk disamping ku yang tengah asik menonton TV dan yussi sedang mandi. “Rey.. kamu istirahat dulu aja yaa.. jangan dulu ngerjain apa-apa urusan toko biar aku yang handle okey..” ucap kekey sambil mengupas sebuah mangga.

“Ahh enggak ah key.. ga enak gue udah terlalu ngerepotin elu..” jawab ku sambil membenarkan posisi duduk ku.

Lalu kekey menyuapi ku potongan buah mangga yang tadi ia kupas. “pokonya istirahat deh yaa.. hari kamis besok aku mau minta tolong temenin aku soalnya rey..”

“Ohh temenin kemana emang…” tanya ku sambil mengunyah buah mangga yang manis dan wangi itu.

“Aku stress rey.. pengen liburan dikit sebelum toko mulai buka.. jadi ntar temenin ke bali okey!”

“okey hayu aja… ehh ke bali???”

WHAT??
LIBURAN KE BALI BARENG KEKEY?

INI DEWA MARMUT ENGGAK LAGI MABUK KAN??

THE NIGHT
(Without Stars)

***​

Ada malam yang kita habiskan untuk merenungi sebuah kehidupan, ada malam yang dihabiskan dengan terduduk dan menatap langit dengan harapan akan turunya keajaiban semesta.

Entah berapa banyak malam yang dihabiskan untuk sekedar mengutuk waktu atau mengutuk setiap kehilangan, namun semesta tak pernah merasa marah untuk itu.

Malam adalah sebuah momentum terpasrah dalam sebuah diri, dengan doa diujung sepertiga malam adalah cara yang sangat efektif untuk sesaat bersembunyi dari setiap kenyataan yang selalu saja menampar diri.

***​

hari itu akhirnya datang dan saya sudah bersiap sedari pagi, kekey pun sudah bersiap dengan beberapa tas bawaanya. Penerbangan kami menuju bali masih sekitar dua jam lagi tapi saya dan kekey sudah bersiap dan sedang menunggu taxi.

Sudah lama juga saya tak merasakan sebuah liburan, jadi ini adalah moment yang pas dan siapa tau juga nanti waktu dibali saya bisa sedikit mengorek tentang perasaan kekey pada ku, bahkan jika memungkinkan saya sudah siap untuk nembak kekey nanti di Bali.

Tapi itu semua hanya sekedar rencana saya, semuanya tergantung nanti situasi dibali akan seperti apa. Tentang sella dan bisikanya? Saya tak memikirkannya toh saya punya hak untuk menjalani hidup saya seperti apa, dan hak untuk menjalani hidup saya dengan siapapun itu.

***​

setelah sampai bandara dan menunggu beberapa waktu, tiba lah kini saya di tanah Bali, sudah lama sekali saya tak menginjak tanah ini, terakhir saya kesini dulu waktu berpacaran dengan seseorang jauh sebelum saya mengenal cindy atau sella.

Sesampainya di bandara Bali ada sebuah mobil yang menjemput saya dan kekey, kemudian mobil bertolak menuju daerah denpasar. cukup jauh dari airport menuju denpasar atau entah saya yang belum terbiasa oleh jalanan Bali ini.

Akhirnysa setelah melwati jalanan Bali yang ramai tibalah saya dan kekey di suatu rumah besar. Hanya ada seorang pembantu dirumah itu yang langsung menyambut kehadiran kami berdua.

“Eh non kheiza sudah lama tak kemari ya…” sambut seorang pembantu itu sembari langsung membawa beberapa barang bawaan kami yang di bantu juga oleh seorang supir yang tadi menjemput kami.

Well, ternyata ini adalah rumah singgah keluarga kekey, pantesan rumah gede tapi kosong.. orang kaya mah bebas mau punya rumah dimana juga fufufu!

“Rey.. santai dulu aja ya.. anggap rumah sendiri aja hehe..” ucap kekey sambil memberikan segelas sirup segar. Saya hanya duduk menikmati suasana panas kota bali ini sambil memandangi kolam ikan di depan saya dan kekey pun ikut bergabung dengan ku untuk duduk disamping ku.

“Dulu sih aku sering kesini kalo liburan, tapi sekarang udah jangan banget, baru sekarang lagi..” ucap kekey membuka obrolan.

“Wahh enak yaa punya rumah dibali jadi ga repot kalo mau liburan hihihi…” jawab ku enteng.

“Ya gitulah rey.. emang banyak orang nilai hidup aku tuh enak, bergelimang harta dan bisa ngelakuin apapun.. but they dont know…”

“Yep!! Orang selalu berbicara dari apa yang mereka liat dari tampak luarnya than kalo udah tau dalemnya mereka Cuma bisa diem.. entah tapi untuk gue pribadi emang hidup bukan melulu soal harta.. percuma juga banyak harta tapi gak enjoy jalanin hidup.. toh trah manusia pada akhirnya pasti mencari sebuah kedamaian.. entah apapun bentuk kedamaian yang mereka cari tapi itu pasti.. bad guy turn being a nice guys at last..” jawab ku panjang lebar dan kekey hanya tersenyum mendengar penjelasan ku.

“Udah lama gak punya temen yang bisa di ajak share tentang prespektif kehidupan…” tungkas kekey..

“And now you found! Hahaha gue suka banget ngobrol soal banyak hal, tentang kehidupan, religi, pergulana, global issue, konspirasi, politik, budaya… ah! Everything deh…”

Kami mengisi waktu kosong kami dengan berbincang-bincang seperti itu terus hingga akhirnya senja menyapa dan kekey pamit untuk mandi. Semantara aku masih duduk menikmati kolam ikan koi didepan ku.

Sekitar magrib akhirnya saya mandi karena katanya kekey ingin jalan-jalan. Setelah selesai mandi dan berpakaian rapih akhirnya kekey mengajak ku kesuatu tempat entah dimana dan nama tempatnya gue gak tau! Hahaha. Dengan satu mobil SUV mewah yang ada di garasi rumah itu akhirnya kita meluncur.

Ngeeenggg~

Sampailah pada sebuah pantai entah pantai apa, hanya ada pedagan dengan tenda-tendanya dan beberapa kafe dengan view langsung ke arah laut yang gelap.

Setelah memesan empat botol redler akhirnya kekey mengajak ku duduk dipasir pantai ini untuk menikmati angin dan suara lembut ombak malam ini. Well, suasana yang cocok untuk berbincang sesuatu yang serius. Tapi untuk beberapa saat saya dan kekey masih saling diam dan hanya menatap kosong ke depan, sepertinya pemikiran kami masing-masing menerawang entah kemana.

“Sella itu mantan kamu ya? Terus dia juga yang punya distro di depan toko kita itu kan?” ucap kekey membuka obrolan, tapi kenapa harus nanyain soal sella dan tau dari mana kekey tentang sella?

“Euuu.. tau dari mana key?” jawab ku.

“Aku udah kenalan sama dia waktu sebelum kamu dirawat rey, dia nyamperin aku terus ngajak kenalan.. dia gak bilang kalo dia itu mantan kamu, awalnya Cuma intuisi aku aja sih… dia juga kemaren jengukin kamu kan…”

“fiuhhh!! Iya dia mantan gue key..” jawab ku pasrah.

“masih sayang yaa? Sella juga keliatanya masih sayang loh ke kamu…”

“hahaha entahlah key, gue udah cukup cape untuk mikirin semua itu..”

“Aku tau kok ceritanya.. aku maksa maksa yussi untuk cerita segala hal tentang kamu.. awalnya aku Cuma mau tau background kamu dan motivasi kamu untuk apa buka usaha itu.. dan yussi cerita semuanya.. aku tau kok kamu juga bohong waktu aku nanya kamu tentang motivasi kamu bikin toko itu.. motivasi awalnya untuk ngancurin sella kan? Tapi aneh, sekarang aku gak ngeliat semangat balas dendam itu dari mata kamu..”

“Hahaha… mesti jawab apa ya gue kalo lu udah tau semua tentang gue… okey semuanya bener, tapi untuk masalah bales dendam itu ga tau kenapa tapi gue jadi ngerasa bahwa itu ga perlu gue lakuin.. gue lebih berpikir apa gue terlalu bodoh untuk nyia-nyiain kesempatan gue untuk bisa sukses lagi.. dan ya sekarang gue emang pengen banget usah kita maju..”

“key.. gue bukan siapa-siapa, gue enggak lahir dari keturunan yang berada.. rumah gue Cuma ada di pinggiran kota dan gue gak punya orang tua.. Cuma masih ada nenek dan kakek yang selalu sabar untuk bisa ngeliat gue sukses disisa hidup mereka.. itu kenapa dari dulu gue salalu berusaha untuk bisa menjadi lebih dari apa yang gue punya.. gue sadar, kalo gue Cuma duduk dan diem masa depan gue pasti akan susah payah.. gue gak punya warisan apapun untuk diharapkan. Tapi gue punya mimpi untuk punya keluarga kecil dengan rumah kecil dan berkecukupan untuk membahagiakan istri dan anak gue nantinya.. itu juga kenapa gue sekarang gak fokus untuk balas dendam…” tambah ku menjelaskan pada kekey.

Kekey hanya tersenyum mendengar penjalasan ku sambil menyimpan botol beer yang tadi ia minum. Sekarang perasaan ku seperti sedang di sidang oleh semesta tanpa bisa berbohong dengan pertaruhan masa depan ku.

Hingga tiba-tiba seorang cowo nyamperin kekey dan langsung duduk dan memeluk tubuh kekey dan beberapa teman cowo itu hanya memerhatikan dari belakang.

“Ehhh my sweaty love akhirnya ke bali juga.. apa kabar sayang…” ucap cowo itu dengan santai sambil memeluk tubuh kekey, tapi kekey yang terlihat kaget langsung berusaha melepaskan pelukan itu.

“Ehh bob apaan sih.. lo kenapa ada disini…” jawab kekey sewot yang sambil masih mencoba melepaskan pelukan lelaki itu, saya hanya memerhatikan dari samping sambil meminum beer di tangan saya.

“yaelah key sombong amat sih lu.. gak kangen apa sama gue hahaha” ucap lelaki itu yang enggan melepaskan pelukan dari tubuh kekey.

“kangen sama cowo brengsek kaya lo? Makasih deh…” jawab kekey, kekey biasanya santai dengan bahasa aku-kamu nya kalo ngobrol sama saya tapi sekarang keliatan sewot dan risih banget sama kehadiran cowo itu.. firasat gue sih ini salah satu mantan kekey..

“beuhh!! Beneran sombong ni cewe satu, mentang-mentang tajir lu… oh itu yang disebelah elu monyet piaraan baru lu… boleh juga lah yaaa, tipe elu masih cowo-cowo yang gitu hahaha.” Jawab lelaki itu dengan nada yang semakin ngelunjak, dan what?? Bilang gue monyet baru kekey… mulai cari masalah ini cowo.

PLAK!!

Tiba-tiba kekey menampar wajah lelaki itu. “Jaga omongan lo taik!!” teriak kekey satelah menampar lelaki itu. Lelaki itu terlihat marah dengan perlakuan kekey padanya. Ya wajarlah di tampar gitu, tapi emang ngehek banget.. jadi cowo so cakep banget.. emang sih doi lebih cakep dari gue -,-

“udah berani ya sekarang nampar gue… hahaha… cewe tajir tapi murahan!! Ga pantes lo sosoan jaim gitu key… mabok dikit juga langsung minta di ewe kan lu hahahaha!!!” celetuk cowo itu menjatuhkan harga diri kekey.

ANJING!! JAGA MULUT LU KAMPRET!!

BRUGGG!!

BUGGG!!

Saya langsung bangkit dan memukul wajah lelaki itu setelah mendengar ucapanya pada kekey tadi.

NGEHEK LU BANGSAT!!

BUGG!!!

Saya fokus memukuli lelaki itu karena saya tahu saya akan segara dikeroyok oleh teman-temanya, well pengalan ane kalo dalem keadaan ga nguntungin, cukup satu jadi target kita dan pukulin sebisa dan sekuat kita sebelum akhirnya dikeroyok.

CRAAAKKKKK!!!

Sebuah botol pecah di kepala ku. Yang langsung disusul oleh beberapa tendangan yang langsung membuat ku terpental.

BUGGG!!

BUGG!!

Entah berapa pukulan dan tandangan yang masuk kedalam tubuh saya saat itu, saya hanya berusaha menutupi wajah saya sambil sesekali mencoba untuk bangkit sebisanya. Kata umpatan yang dibarengi pukulan itu terdengar sangat nyaring.

Sayup terdengar suara orang ramai menghampiri ku. Dan pukulan serta tendang itu tak lagi kurasa perlahan saya mencoba membuka tangan yang menutupi kepala saya dan mecoba membuka mata saya. Walau pandangan saya sedikit blur dan gelap samar ku lihat para lelaki tadi dibawa oleh beberapa orang, entah mungkin warga atau siapa. Tapi saya harus berterima kasih pada mereka karena hampir saja saya ada pada batas kesadaran tubuh saya sendiri.

Perlahan juga ku dengar suara tangisan kekey dan suara beberapa orang yang mencoba menggotong badan ku namun ku tolak. “bentar bang… bisa kok” ucap ku sambil memberi tanda menolak untuk di gotong pada orang-orang sekeliling ku.

Anjing!! Ngehek juga nih bikin pusing gerutu ku dalam hati, tapi udah lama juga ga berantem hahaha.

Taadaaaa!! Akhirnysa saya berhasil berdiri juga, dan beberapa orang yang sempat mengerubungi ku pun menghilang satu satu. Saya lalu mencari keberadaan kekey yang tidak terlihat di sekitar saya. Seseorang yang mengurubungi ku waktu itu seperti tau apa yang saya cari. “Mas tadi cewenya lari kesana sambil nangis tuh..” ucapnya pada saya sambil menunjukan arah kemana kekey pergi. “Makasih bli…” jawab ku sambil berusaha senyum ia pun mengucapkan pada ku untuk lebih hati-hati lalu saya mulai berjalan ke arah yang di tunjukan tadi sambil sedikit gontai.

Dengan sedikit susah payah berjalan akhirnya saya melihat mobil kekey, saya langsung berusaha masuk kedalam mobil. Didalm mobil saya mengambil tissue untuk mengelap wajah saya, ada beberap banyak darah sih dari tisu itu.

Aku melirik kearah kekey, ia terlihat masih menangis dengan wajah yang merah. “Key lu gpp kan? Tanya ku membuka obrolan dalam mobil yang dari tadi diisi oleh suara tangisan kekey.

“Gak butuh gue di belain kaya gitu.. bikin repot aja.. bikin keadan jadi chaos aja” ucap kekey sambil menangis, saya hanya menatap kearah kekey? Jawab itu adalah jawaban yang sangat diluar ekpetasi saya.

“Gue gak salah denger kan key?” tanya ku memastikan.

“lu ga tau apa-apa rey tentang gue dan bobi itu.. sekarang lu Cuma nambah masalah gue.. lu ga seharusnya mukul dia.. lu ga tau bobi itu siapa…nyesel gue ngajak lu kesini…” jawab kekey dengan suara beratnya.

“hahaha emang gue sosoan jadi pahlawan banget yeee.. gue sosoan heroik gitu.. anjing!! Hahaha.. ga peduli gue dia itu siapa, dia anak siapa dan apa yang dia punya… gue Cuma ngerasa kalo gue perlu ngelakuin itu.. gak pentes cowo ngerendahin cewe kaya tadi…”

“Dan yang lu lakuin barusan tadi itu juga gak bikin lu jadi pahlawan rey.. ternyata lu sama aja.. lu gak lebih baik dari bobi…” kekey langsung menjawab atas argumentasi ku tadi. Mendengar itu langsung membuat ku emosi dan ngerasa ga dihargain banget.

“Anjing!!…” ucap ku pelan sambil menahan emosi. Mobil tengah berhenti karena lampu merah yang baru menyala.. “Okey, sory key udah ngerusak semuanya.. gue balik aja kalo gini caranya.. sekali sory banget key…” jawab ku yang langsung membuka pintu mobil kekey untung hanya di lock biasa jadi saya hanya cukup membuka lock pada pintunya, walau dengan sedikit susah payah saya berjalan keluar mobil dan membanting pintu kekey. Sial! Mobil kekey langsung maju ketika lampu merah menyala hijau nya.

Apes banget yee gue… udah di pukulin terus di tinggalin.. ahh kamprettt!!! Batin ku menggerutui nasib yang baru saja terjadi. Sedikit berjalan saya kemudian memeriksa saku celana.. untunglah dompet gue aman dan langsung memeriksa handphone ku.

Setelah memeriksa isi dompet, cash aman, ATM aman saya langsung mecari taksi untuk mengantarkan ku ke klinik terdekat karena saya ngerasa darah di kepala saya terus keluar.

***​

setelah saya sampai di klinik dan langsung diperiksa syukur kulit kepala saya hanya lecet sedikit akibat botol yang hinggap dan pecah di kepala saya, juga beberapa luka memar di bagian wajah dan tubuh saya.

Tak lama setelah dokter membersihkan semua luka dan mengobatinya, saya langsung keluar dari klinik tersebut dan duduk didepan klinik itu.

What a shity night!! Kemaren gue jadi raja yang di kelilingin para bidadari cantik tapi sekarang gue bonyok dan terdampar di pulau bali sendirian.. hahahah anjing banget yee hidup gueee!!

“Serius rey…. ko bisa sih…?” ucap yussi lewat telepon. Saya memutuskan untuk menelepon yussi dan menceritakan kejadian yang baru saja terjadi secara detail pada yussi.

“ngapain boong yus.. bobi siapa sih?” tanya ku ke yussi.

“Itu… itu.. tuh mantan kekey.. dia emang stay di bali semenjak di putusin kekey..” jawab yussi.

“hahah udah gue kira sih.. tapi yang gak gue kira itu adalah temen lu yuss.. gue udah babak belur gini malah di marahin dan di maki maki… dan sekarang gue terdampar nih sendirian di bali.. makasih loh yuss udah ngelamin orang yang kaya gitu ke gue…” ucap ku pada yussi

Hiks.. hikss..

“maafin yussi rey.. aku ga tau bakalan kaya gini.. maafin yaa.. sekarang aku susulin rey kesitu yaa hikss…” jawab yussi sambil menangis.. yealah apalagi ini anak orang pake ikutan nangis sih… ahhhh kampret!!

“Ga usah yus.. gue juga mau balik bandung.. kalo masih ada flight hari ini gue langsung cabut.. kalo ga ada ya paling gue besok balik.. titip pesen aja ke temen lu itu bilangin maaf kalo kehadiran gue Cuma bikin nambah masalah…” ucap ku pada yussi dan langsung mengakhiri telepon kami.

Kemudian saya memeriksa beberapa situs agen tiket perjalanan (Waktu itu belum ada app yang jualan tiket online+hotel). Sial setelah memeriksa beberapa web agen perjalanan ternyata flight ke bandung sudah tidak ada terpaksa saya harus menunggu besok.

***​

saat ini saya duduk di sebuah balkon kamar hotel, akhirnya saya memutuskan untuk menginap disebuah hotel dekat bandara supaya besok ga terlalu jauh untuk ke bandara. Sambil duduk saya menikmati malam ini yang sudah jam 2 malam.

Terima kasih bali kamu keren! Ga habis pikir sama tingkah kekey yang seolah malah ngebelain si bobi mantanya itu. Sebotol tequilla yang saya beli tadi sudah habis setengahnya dan cukup untuk membuat luka ku tak terasa terlalu merepotkan.

Well, satu lagi dalam hidup gue nemuin cewe yang aneh, apa emang takdir kali selalu ditemuin sama cewe-cewe aneh. Apa emang takdir gue selalu gini.. ahh anjing!! Terlalu pusing gue untuk mikir sekarang ini.

Drrtttt!!

Drrtttt!!

Sebuah panggilan masuk di handphone ku dan ketika ku lirik ternyata panggilan dari kekey. Sengaja ku reject karena masih kesal dengan sikap kekey tadi, hingga beberapa kali panggilan kekey masuk dalam telepon ku memebuat ku merasa risih.

“…..”

“Halo rey.. maafin aku yaaa… kamu dimana rey…” sahut kekey lewat telepon itu.

“Gausah minta maaf lah key.. lu ga salah ko, gue aja yang sosoan jadi jagoan..”

“kamu.. hiks.. dimana rey… hikss…” ucap kekey diringi suara tangisnya.

“Tau deh ini gue dimana.. ga penting juga lah yaaa.. bagusan gini juga kita jauhan jadi lu ga akan dapet masalah dari gue..”

“Tapii reyyyy….”

“Udahlah key, udah jelas gue cuman jadi beban untuk lo.. gue gak lebih dari sebuah bencana untuk hidup lo.. udah takdirnya gue selalu kaya gini lu ga perlu repot-repot nanyain gue dan so care gitu… itu semua Cuma bikin gue tambah sakit hati key.. tadinya ke bali ini gue mau lebih ngenal elu lebih jauh, tadinya gue mau dapet moment untuk bikin kita lebih deket.. mungkin gue salah udah terlalu berharap jauh sama elo.. tadinya gue berharap banget bisa nembak lu disini tapi apa? Hahaha lagi-lagi gue salah nilai seorang cewe…”

Tuttt.. tutt…

Saya langsung memutuskan telepon dari kekey, efek dari alkohol mungkin membuat ku berbicara seperti itu. Secara ga langsung barusan saya sudah menyatakan semua perasaan saya ke kekey. Tapi sudahlah!

Drrttt!

Ddrrttttt!!

Sebuah panggilan masuk lagi, tapi kali ini dari yussi..

“apaan yuss…”

“Rey masih marah yaa sama uci…”

“hahaha marah untuk apa coba yus.. lu kagak salah…”

“Rey lagi dimana sekarang?”

“Gue juga ga tau ini dimana, yang jelas gue lagi pengen sendiri yus.. bye!” jawab ku yang lagi langsung memutuskan telepon dari yussi.

***​

seminggu setelah kejadian itu, saat ini saya tengah duduk di depan toko ku yang sudah siap untuk ku resmikan. Ya walau hubungan personal ku dengan kekey sedang tidak baik-baik tapi sesampainya di bandung saya langsung ke toko untuk segera membereskan toko walau nanti akhirnya kekey mau mencabut atau mengakuisisi toko ini saya tak akan merasa keberatan karena memang semua ini adalah uang kekey, saya hanya merasa perlu menyelesaikan apa yang saya mulai.

Ketika duduk memandangi toko ku sebuah sedan hitam masuk ke area parkir toko sella, tak lama sella keluar dari mobil itu bersama si botak jhon. Sella melihat kearah ku yang kemudian langsung menghampiri ku..

“Heyy kemana aja lu… ehh lu kenapa??” tanya sella sambil berjalan menghampiri ku, sedangkan si jhon terlihat berdiri dibelakang mobilnya sambil memerhatikan kearah ku dan sella.

“Biasalah cowo.. “ jawab ku singkat ke sella, kemudian sella memegang wajah ku dan memerhatikan wajah ku.

“Ih ko bisaaa sih…” ucap sella sambil mengusap pipi ku.

“Ahh udah lah sell, tu cowo lu ngeliatin guee mulu… belum fit gue kalo kudu berantem lagi mah…” jawab ku sambil menepiskan tangan sella dari wajah ku. Tak lama benar saja jhon berjalan menghampiri ku dan sella

“Hi rey… wah wah kenapa lu rey…” sapa jhon sok akrab pada ku sambil mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan dengan ku. “Ahh gpp sih..” jawab ku sambil menjabat tangan jhon.

Tak lama ada panggilan di masuk di telepon sella, kemudian sella menerima telepon itu dan berjalan sedikit menjauh dari saya dan jhon. Ketika itu jhon langsung bicara pelan pada ku.

“Rey.. lu jangan ganggu sella dulu untuk sekarang.. urusan gue sama sella belum selesai.. kalo gue udah beres bales dendam ke sella, baru giliran lo okey.. gak lama lagi ko…” ucap jhon sambil menepuk bahu ku dan berjalan menuju arah toko nya.

WAANJINGGGG!! APA LAGI INI!! URUSAN GUE SAMA KEKEY AJA BELUM BERES BANGSATTT!!

INI JHON APA LAGI JUGA PAKE NGOMONG GITUUU? KAMPREETTT!!

INI DEWA MARMUT LAGI MURKA KE GUE APA GIMANA SIH…..!!