Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

The Moon Is Shining Part 6

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11
Tiara ku Sayang

Gedebugan dari tempat tidur itu sungguh membuatku akhirnya terjaga betul. Untung bangun, kalau tidak bisa habis digebugin 4 cewek cantik di dalam mimpi.

Mandi pagi dan lain2 kegiatan, tiba2 notifikasi WA masuk

Kang Buas Sayang
Tugas pertama : jemput saya dari rumah jam 06.30 antar ke kantor, tak ada kata tidak toh rumah ke kantor saya masih di route yang sama
Muaach (biar semangat dikasih dp cium dulu )

Waduh…..
Ini sudah pake sayang2an
Edan betul cewek jaman sekarang, baru juga kenal sudah begini.
Mungkin efek pernafasan buatan kali ya…

Ya sudahlah, dijalani saja yang sekarang, soal nantinya bagaimana ya urusan nanti lah.

***

“Assalamu’alaikum….”
“Wa’alaikum salaam, pak Buas ya” kata satpam rumah megah itu sambil tersenyum, kayaknya dia pengen ketawa kali dengar orang dipanggil buas….

“Iya pak, neng Renat nya ada pak?”
“Ada den, aden sudah ditunggu sarapan sama tuan Cokro di dalam”

Anjir, ditunggu sarapan ?
Eladalah, mampus aku….

Maaakkkk….
Gimana ini maakkkk…..
Keringatku tiba2 turun segedhe gaban….
Basah semua bajuku….
Gemetar kakiku…
Pucat mukaku

Baru semalam diplonco calon mertua, ini lagi2 mau diplonco calon mertua pura2….

“Den…. Den… Aden sehat den? Kok pucat gitu mukanya den?”

“Eh ga papa pak, di sana ya pak arahnya ”

“Betul den, ke arah sana….”

***

“Assalamu’alaikum ”
“Wa’alaikum salaam, eh nak Buas, masuk nak masuk, sini duduk disebelah sini gih”
“Papa dan Mama pengen ngajak sarapan bareng nak Buas, sebab kata Renata nak Buas mau antar jemput Renata, gara2 mobilnya ditabrak preman di jalan..”

“Uhuk… uhuk… ”
Aku bener2 terbatuk batuk, duh si Rena nih, masa ngarang cerita yang ga ga ya….
Tapi kalau cerita yang sebenarnya apa bisa terima nih camer bohongan nih…

***

Ujian tahap 1 dari Renat sudah ok, ternyata papa dan mama Renat orangnya enak juga, ga ada tuh kesan menyelidiki siapa pacar Renat atau bagaimana….

Acara sarapan berjalan lancar, diselingi senda gurau yang menyenangkan.
Papa Rena seorang pengusaha, pemilik perusahaan di bidang jasa konstruksi. Ibu Rena bukan sekedar ibu rumah tangga biasa, melaikan juga pengusaha di bidang property.

Tapi bagi keluarga ini, sarapan bersama adalah wajib. Apapun kegiatannya harus ikut sarapan bersama…

Suatu yg ditekankan padaku, bahwa sejak saat ini setiap pagi aku ditunggu untuk sarapan bersama…

Keluarga yg terbuka dan bahagia, tak aneh Renata menjadi wanita yang penuh perhatian dan kelihatan mandiri sekaligus. Nilai plus Renata dimataku…

Kantor Rena dekat dengan kantorku, hanya selisih 2 gedung saja di bilangan Asia Afrika.

Kami janjian utk bertemu di titik yang sama nanti sore saat pulang bareng, satu hal yg tak terlupa…

Sebelum meninggalkan ku, Rena mencium tanganku, dan minta aku cium dahinya….
Itu saja, tapi rasanya sungguh luar biasa, seolah aku sedang dipamiti seorang istri saja…
Sederhana tapi benar2 membekas di hati…

Oh Rena….
Benar2 kau bidadari yang turun dari langit…..

***

Huff….
Sampai juga akhirnya…
Telat 15 menit aku….
Ah ya sudahlah, gimana lagi, paling juga dimarahi, yo wes lah, bukan apa sih baru kali ini aku terlambat datang sejak pertama kali masuk kantor.

Aku memang tak menyangka harus sarapan bareng dan mengantar Rena ke kantor.
Besok sepertinya harus mulai diatur lagi jadwal berangkat yang bener dan sesuai dengan acara sarapan…

Sampai di mejaku, si Bagas melihatku lega…
“Stt….. Kau dipanggil mbak Tiara, cepet soalnya sejak tadi marah2 mulu tuh perawan”
“Buruan gih daripada lebih ngamuk lagi, tadi soalnya si Ayu sampai dibentak2 sama mbak Tiara”

Beuh….
Sampai segitunya ya mbak Tiara….
Aku jadi ingat saat dia minggat dari rumahku, waktu itu aku pikir masih berupa sandiwara karena dia ngaku2 jadi pacarku ke Ibu, makanya tidak begitu aku perhatikan…

Tapi kalau benar2 mbak Tiara menganggap aku pacarnya bagaimana ?

Sebodo teuing ah…
Siapa juga yg suruh ngaku2, lagian mana ada pacaran disahkan secara sepihak…
Kalau diputus secara sepihak sih masih adalah….

Ya sudahlah, aku masih ingat aturan hubungan antara pria dan wanita ala ibu…
Pokoknya apapun juga, seorang lelaki haruslah menjadi pihak yang minta maaf, tak peduli salah atau bener. Itu kalau mau wanitanya sayang 100% padanya…
Ya docoba ah, teori ibu ke mbak Tiara….

***

Tok tok tok

“Permisi mbak”
“Masuk”

Setelah menutup pintu aku menghadap mbak Tiara, matanya berkilat menahan amarah…
“Silahkan mbak kalau mau marah, saya ngaku salah, apapun pokoknya saya salah…”
“Kamu ngaku salah ?”
“Ya mbak, saya ngaku salah”
“Kalau begitu sini kamu, peluk dan cium saya dan jangan sekali sekali sebut mbak saat kita sendirian, panggil sayang….”
“Baik sayang….”

Akupun maju menghampiri mbak Tiara, cuma aku ternyata menginjak tali sepatu yg lepas. Tanpa dapat dikendalikan aku melayang jatuh menuju kursi yang sedang diduduki mbak Tiara….

Kakiku yang kemaren lepas engsel kebentur pojokan kursi…

GUBRAAKKKKKKK
AAAAAAHHHHHHHRRRRRGGGGGGG

Tanpa dapat ditahan, seketika aku menjerit kesakitan, membahana damapai suaranya tak teredam keluar ruangan mbak Tiara….

Semua di ruang Teknik, semakin mencekam…
Dikira ada pelakuan dan penyiksaan atas diriku…

Bagas dan Ayu terutama yang khawatir akan kondisiku, mendekati pintu manajer, mencoba nguping sekalipun ga ada suara keluar (didisain agak kedap lah, masa dibiarin orang boleh nguping, cuma kalau teriak ya pastilah kedengaran)

***

Mbak Tiara melihat saya berteriak kencang kesakitan jelas2 khawatir dan mendekatiku…

Sambil jongkok mbak Tiara mencoba memeriksa kakiku…
Aku yang kesakitan mencoba mencegahnya…

“Sayang, jangan dipegang jangan disentuh sakit….”
Tapi mana mau mbak Tiara dicegah, dipegangnya lagi kakiku dengan agak mamaksa….

“Aduh mbak jangan, aduuuh…
Aaaaaaaaaaarrggghhhhhh”

Gubrakkkkk

Pintu dibuka paksa, masuklah si Bagas dan Ayu serta beberapa orang teknik yang akhirnya melongo….
Gimana ga melongo, mbak Tiara nampak dilantai terjengkang sementara aku memegangi kakiku karena sakit….

Suasana yg akward memalukan memilukan dan segala yang memusingkan kepala….

Mbak Tiara bukanlah seorang manajer yg handal kalau tidak bisa mengatasi masalah ini. Dengan anggunnya dia berdiri dan segera kata2nya meluncur.

“Ayu, kamu pergi ke bagian peralatan, minta orang ganti kursi itu, Bagas dan Kamu Rendi kamu bopong Raga ke ruangan kesehatan, Pak Sukardi kalau bisa nyari tukang urut yg bagus, kayaknya Raga butuh perawatan karena entah karena kebiasan atau memang lagi apes, di jatuh tadi karena menginjak tali sepatunya sendiri terus menghantam kursi, tadi saya mau bantu lihat eh malah ditendangnya…

Apes punya anak buah ga rapih
Semuanya cepat lakukan perintah ”

Suaranya begitu dingin dan tanpa rasa sama sekali.

“Ups, kamu Raga, sekali lagi kamu terlambat aku akan kasih SP -1 dan ingat, entah mau mati atau hidup, jam 11.00 kamu harus ada disini kita bahas laporan kamu kemaren dan ikut saya rapat, kalau perlu kamu diusung boleh lah.
Sudah semua bubar, belum pernah ada cerita ruangan manajer didobrak, Ayu, Bagas jangan sekali2 lagi utk masuk tanpa ijin saya
Semuanya ingat itu”

Aiiih mati aku….
Mati aku….
Bagas dan ayu lebih2 merasa malu telah berprasangka buruk kepada Mbak Tiara…

Aaseeeeemmmmm

***

Alhamdulillah, pak Sukardi dapat tukang urut yang handal sehingga jam 10 saya sudah bisa berjalan lancar dan bekerja.

Semua orang teknik, belum pernah dimarahi oleh Mbak Tiara stress, begitu melihat saya sehat mereka lantas lega. Setidaknya sumber kemarahan seharian ini sudah fix bener.

Ayu dan Bagas nampak lega, setidaknya mereka sangat merasa bersalah berani menerobos ke dalam ruangan mbak Tiara karena telah berprasangka buruk kalau si Asem di aniaya oleh mbak Tiara…
Sebenarnya alasan yg ga masuk akal soalnya mas iya aanita menganiaya lelaki, itulah yang menambah rasa bersalah mereka

***

Kasihan senbenarnya sama mereka, mungkin hanya aku yg paham kenapa mbak Tiara marah….
Hi hi hi…
Cuma sesekali melihat Bagas dan Ayu ketakutan itu sesuatu lho ha ha ha

Sesekali jahatin kawan ok juga ya, cuma lama2 kasihan juga.

“Sudah kamu berdua kalem saja, nanti aku yg akan mengclearkan masalahnya deh, ok
Dah, do’ain saja aku bisa meredakan amarah bu manajer. Kalem we, dah kamu berdua kerja saja yang bener ya…

***

Tok tok tok
“Masuk …”

“Permisi bu, ”
“Oh ya Raga, tolong buka pintunya biar semua orang tahu kalau kamu mau saya gebukin disini” teriak mbak Tiara keras dan lantang.

“Mohon maaf bu, itu semua salah saya bu, kemaren saya sempet buat isyu kalau ibu itu sadis….
Maaf bu, kawan2 hanya kemakan isyu saya, saya siap dipecat utk itu bu….
Maaf…
Boleh saya tutup pintunya bu?”

Kawan2 seluruhnya kaget, karena aku mengambil semua tanggung jawab kemarahan mbak Tiara di punggungku sendiri.
Sebagian besar lega, sebagian merasa kasihan padaku, Ayu dan Bagas ga tahu lagi perasaannya bagaimana…

“Ya sudah, kalau ada apa2 lagi apalagi sampai ketahuan ada yg nguping karena mengira saya sadis, kamu saya bener2 pecat tanpa SP2an”
“Baik bu, terima kasih bu”

Aku menutup pintu sambil mengedipkan mata memberi kode agar semuanya jangan ada yg mendekat lagi, semuanya tampak mengerti…

Begitu pintu tertutup, kurasakan ada pelukan hangat dari belakangku, ada bisikan lembut di telingaku

“Sayang, masih sakitkah ? Emmm maaf ya sayang, kamu sih nakal pake acara keseleo segala”

“Ya sakitlah, sayang sampai teriak begitu kenceng masa bohongan, duh seumur2 baru ini aku teriak kesakitan, malu aslinya sayang tapi gimana lagi khan itu reflek karena kesakitan
Maaf ya tadi aku tendang, sakit kah ?”

“Iya sayang, sakit banget, nih coba lihat”
Mbak Tiara secara perlahan membuka kancing2nya dan mengeluarkan susunya dari BH nya….
“Tuh lihat sampai merah”

Memang ada bekas tendangan ku merah di susunya dekat putingnya, sebenarnya kasihan sama mbak Tiara, namun lebih kuat rasa terangsangku melihat susunya keluar BH begitu…

“Duh kasihan, maaf ya sayang, aku bener2 ga ketahan sakitnya sampai reflek nendang sayangku”
Sambil berkata aku mengelus2 susu mbak Tiara….

“Mmmmasss, ciumin….”

Aku mulai menjilati putingnya, menggigit kecil dan sesekali menyedot putingnya dengan keras….
Tanganku mulai memerah susunya dengan agak keras….

“Mmmasss ga kuat akunya masss
Nanti saja ya pulang kerja aku kerumah mu
Sekarang urus pekerjaan dulu”

“Ups, maaf sayang, aku khilaf….
Maaf…”

“Yuk ah mas, ayo jelasin proposal kamu, aku dengarkan dulu ”

Kemudian aku menjelaskan secara detail proposal yang aku buat berikut cara membacanya secara rahasia dan proses eksekusinya supaya sejalan dengan langkah2 rahasia yang ada.

Kami berdua berdiskusi cukup dalam dan lama adu argumentasindan lain2 juga

“Terus bagian ini, konsep siapa mas?”
“Bagian ini dan yg ini terus itu, buah pemikiran si Ayu, bagian sisanya yang berwarna merah dan kuning Bagas yang buat ”

“Mmmm…tolong panghilin mereka berdua”

“Baik mbak laksanakan”
Aku berjalan ke pintu sambil mengedipkan mata, dibalas oleh mbak Tiara dengan senyuman.

Aku berjalan kearah pintu dan membukanya, kemudian berteriak
“Ayu dan Bagas, dipanggil Bu Manajer”

Aku memberi kode senyuman agar mereka berdua tenang dan tidak panik.

***

Begitu menghadap mbak Tiara, mbak tiara berkata :
“Aku lihat kalian ga pernah ambil cuti tahunan, dan tak pernah sekalipun terlambat masuk.
Cuma akibat kejadian hari ini, tampaknya kalian berdua harus siap2 tak usah ke kantor besok…”

Mendengar itu Bagas langsung lemas dan mukanya pucat, karena dia benar2 tahu kalau kesalahannya terlampau berat…
Ayu langsung menangis sesenggukan, memilukan…
“Saya memang salah bu, tapi tolong bu jangan pecat saya bu, saya mohon bu… Hu hu hu”

“Laah siapa mau pecat siapa ? Waduh ini nih yg ga betul, kalian itu gampang memakan semua umpan pembicaraan, apa2 itu harus jelas dulu baru komentar, paham ?
Kemaren kalian kemakan omongan Gara, sekarang kalian malah berasumsi saya akan pecat….
Duh, mbok ya konfirmasi dulu sebelum bertindak….

Saya itu akan menugaskan kalian ke jepang dan korea berdua, sehubungan dengan apa2 yang kalian tulis di proposal bersama bagas…
Kalian berangkat besok siang, siang ini kalian boleh pulang lebih awal, persiapkan diri kalian utk belajar dan mengamati segala informasi di dua negara tersebut, paham ?”

Ayu yang mendengar akan pergi ke korea, negara yang telah lama diidamkan utk dikunjunginya, melompat berteriak…

“Bu, bener ibu tidak pecat saya, bener ibu mau kirim saya ke Korea ?”

Mbak Tiara tersenyum,
“Iya Ayu sayang, duh kamu nih ya, tega2nya nganggap saya jahat, sini kamu…”

Kemudian dua wanita yg sama2 cantik dan enerjik serta sexy berpelukan

“Maafkan Ayu ya mbak, tidak sesekali Ayu akan menganggap mbak orang jahat, maafkan Ayu ya mbak”

“Maafkan Bagas juga ya mbak, Bagas salah mbak”

“Ok, kalian disana ga leha2 ya….camkan itu, kalian ada tugas khusus yang akan saya relay lewat Gara kepada kalian, ingat setiap jam 1, 7, 13 dan 18
Semua pesan akan dienkripsi oleh Gara

Masing2 kalian tidak dapat membuka sendiri2 harus berdua lengkap, ingat jangan membuka diri, kalian seolah pasangan yg sedang honeymoon…
Ini perjalanan sudah aku pesan 2 minggu yg lalu, seolah sdh direncanakan…

Hati2 disana….
Jangan nakal dan tetap.semangat, kami disini bergantung dengan data yg kalian kirimkan

Nanti aku umumkan kalian aku skors ya, jadi kalian pura2 sedih dari sini…

Bisa ?”

“Ada apa bu? Kok kaya detektif gitu ?”
“Begini saya dan Gara menengarai ada sesuatu yang ga bener, makanya kalian perlu disingkirkan dulu biar lawan bisnis kita merasa bebas dan aman, padahal di sana kalian sedang mwngamati musuh yg sudah merasa menang ”

“Waduh…kita ga ikut2an aneh2 khan bu? Soalnya saya nggak bisa menyamar dan macamnya ”

Wajah Ayu tegang seperti seolah disuruh jadi detektif….
Mbak Tiara ketawa….
“Hi hi hi, Kamu jangan mikir macem2, anggap saja kamu liburan romantis berdua di korea dan jepang ya, tugas dari kami bukan yang aneh2 kok percaya sama Mbak ya, cantik ”

“Iya mbak, mbak baik deh”

“Hi hi hi, dah sana pergi siap2 ya…
Yang rukun di negeri orang, jangan nakal, nakal dikit gapap sih asal jangan hamil duluan ya….
Hi hi hi”

“Ah ibu, baik bu, gak akan hamil deh dijamin, ha ha ha, maafin Bagas ya bu, bagas kurang hati2”

“Hi hi hi, yang dipeseni siapa yang jawab siapa….
Ya Gas, kamu lelaki harusnya lebih kalem ya… Saya titip adek saya Ayu ya, jangan dinakali, ditindihin kalau dia mau ga papa sih ha ha ha ”

“Siap bu”
“Siap apaan Gas…?”
“Siap nindihin ha ha ha, mohon pamit bu”

“Hi hi hi, memang berani Gas, kalau berani ayo lah buat anak kita”

“Ha ha ha….tak tunggu ya keponakanku hadir, eh tutup pintunya, eits jangan kelihatan gembira ya, pesan2 jangan ada yg ganggu soalnya ada yg rahasia yang aku bahas. Ingat ada tugas terenkripsi di jepang dan korea, sata ga mau apa yang ada diruangan sata bocor…. Ayu Bagas tolong jaga rahasia
Jangan tanya kenapa, saya takut kamu berdua bocor”

“Baik bu, permisi bu”
“Baik mbak, nanti tak bawain oleh2”

Jebrettt…..

“Hufttt…..akhirnya kita bisa bermesraan tanpa ada yang menganggu sayang….”
“Lho rapat direksinya jadi enggak mbak ?”
“Ya nggak jadi lah, kita rapet disini sayang, aku kangen….”

“Tadi kok Bagas disuruh pergi sama Ayu sih, mbak ?”
“Au ah….mbak mbak mulu dari tadi”
“Eh iya ding, satang kenapa si Bagas dan Ayu disuruh ke luar negeri ? Memangnya ada pekerjaan apa mereka ?”
“Ga ada, cuma jalan2 saja ”
“Lho kok ?”
“Biar mereka jadian disana kalau perlu hamil deh, biar satu sainganku jadi hilang”

“Waduh, sampai segitunya sayang….?”
“Kalau sayangku mulai berpaling, awas pokoknya, mau sudah dijodohkan mau terpaksa mau apapun pokoknya aku ga mau kalah ”

#&%÷=:×;\÷$÷&÷$€

“Kok sampai segitunya mikirnya sayang? ”
“Utk cinta aku akan perjuangkan benar dengan segenap jiwa ragaku”

“Sayang, boleh nanya sesuatu?”
“Silahkan saja, cuma nanya pastilah aku jawab, disuruh bugil di kantor juga aku pasti mau kalau kamu yang minta sayang”

“Beuh, segitunya deh sayangku ini, ada alasan lain khan ?”
“Hi hi hi, kamu atur2 biar mereka seolah muter2 nyari dan melihat yg kamu pengen arahkan sesuai proposal kamu, biar kompetitor kita makan tuh data hi hi hi, tahu saja sayangku ini, muaaaach”

Tiba2 mbak Tiara menyerangku dengan ciuman2 ganas, aku sebenarnya sedang ga enak, soalnya posisi berdiri ini benar2 menyiksaku, sakit yg tadi masih ada mulai menyerangku….

Melihat aku meringis, mbak Tiara melepaskan pelukannya…

“Duh sayang, maaf ya, aku kangen soalnya…. Hi hi hi”

“Kayaknya alasannya masih ada lagi sayang….”
“Hi hi hi, aku pengen kamu jauh dari mereka dulu sayang, biar kamu lebih kelihatan bersinar di sini kalau sendirian, 4 hari kita maju presentasi bareng, kala semua orang yakin bahwa yang kamu ajukan ada hubungannya dengan kepergian mereka berdua ke korea…
Biar semua tahu, mas Gara ku adalah pria yang hebat….”

Duh aku jadi bingung, kelihatan sekali kalau Tiara benar2 berusaha keras memajukan karierku…

Tapi apa cuma itu? Tak adakah udang dibalik batu ?
Let it be lah….
Wait n see

Tiara ku memang bak intan yg penuh misteri

Bersambung