Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

The Moon Is Shining Part 37

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Tamat
Holistic

Kami semua terdiam membisu kala Ibu masuk kedalam Vila untuk istirahat…

Semua cerita Ibu begitu luar biasa dan terbuka menceritakan kisah sedih dan menguras air mata kami tadi, kisah perjuangan mencari ilmu yang membanggakan kami serta kisah tentang si Abah yang hebat dan ternyata perwujudan tetua kami semua bapa guru dan bapa resi…

Termasuk lucunya proses perjodohan kami….

Ada 4 hal yang aku cerna dari kata2 ibu tadi,

Pertama soal tarian, yang menguasai ilmu asli dari bapa guru dan bapa resi tarian dewa dewi adalah ibu dan itu memang diajarkan oleh ibu tidak kepada semua yang termasuk diwarisi harta bapak dan paman.

Kedua soal Clara disini ibu menyebutkan seolah itu kecelakaan semata sehingga Clara masuk kedalam lingkaran yang isinya orang2 berilmu dan kaya menjadi calon istriku…

Ketiga soal harta warisan, ibu menengarai bahwa kelima calon istriku semuanya punya kans mereka menyrtujui jadi istriku karena berpendapat aku sangat kaya raya dengan warisan yang aku punya bila aku tarik semua harta yang “dititipkan” oleh ibu.

Untuk itu ibu perlu menegaskan bahwa aku tak punya apa2. Harta2 kelima calon istriku tetap menjadi milik mereka dan tak akan menjadi milikku.

Keempat, dari cerita ini ibu menarik batas tegas untuk aku prioritaskan, yaitu Raka dan Ayuni.yang keduanya dianggap orang dalam dan gadis2ku yang 6 orang adalah orang luar….

Ada semacam keluarga besar, dan keluarga kecil seolah keluarga kecil adalah lebih utama dari keluarga besar.

Kelima, dengan cara yang tegas ibu tadi seolah menganggap semua permainan jodoh2an sudah usai…

Bubar jalan….

Tak ada keharusan meneruskan….

Kecuali memang dengan landasan cinta murni semata dan bukan karena harta.

Gila….

Ibu bercerita dengan sangat lugas dan tanpa menutup2i kejadian2 yang menjadi aib keluarga kami…

Termasuk peristiwa bunuh2an antara paman dan bapakku…

Termasuk cemburu butanya ibu Tiara….

Sebenarnya itu cara halus utk menyatakan bahwa ibu Tiara takut ibuku meminta hartanya kembali…

Semua cerita ibuku seolah menelanjangi semua wanitaku kecuali Clara yang menurut ibu merupakan kecelakaan semata….

Semua cerita ibu ujungnya adalah pernyataan bahwa perjodohan itu tak ada, dan batal serta tak perlu takut untuk tidak mematuhinya sebab apapun aku memang orang kere saja….

Gila….

Asli aku ga kebayang wanitaku perasaanya bagaimana seolah ditelanjangi seperti itu….

Semua yang awalnya aneh sekarang menjadi masuk akal…

Ha ha ha…..

Aku bukan menghayal semata, harta atau perusahaan bapak Tiara saja ada kalau 2-3 T….

Trilyun…. Bukan lagi milyar…

Edan….

Dan semua seolah sampah dimata ibu….

Dan itu perintah kepadaku utk menganggap semua sampah….

Ha ha ha….

Setengah ngenes sih sebenarnya…

Cuma memang aku ga pengen itu juga kok, dengan kemampuanku sendiri rasanya aku bisa melampaui itu semua kok…

Ha ha ha

Sombong sedikit lah daripada ngenes….

Trilyun boss….

Ibu bener2 gila….

Tapi kehilangan kakak dan suami sekaligus pastilah membuat orang gila, apalagi kehilangan secara bunuh2an plus kehilangan keluarga “kecilnya” dalam satu saat, pastilah orang waras bisa edan beneran…

Ibu benar gila karena dia bisa menjaga jarak dengan baiknya terhadap harta nya serta keluarga “besar” nya lain.

Ibu benar2 gila bisa mendidikku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran yang luar biasa….

Air mataku benar2 menetes haru akan seluruh perjuangan yang ibu lakukan termasuk mencari Raka dan Ayuni….

Semuanya seolah cerita khayal….

Betapa ada wanita yang dengan gigihnya menyatukan kembali keluarga yang berserak oleh harta dan dendam….

Ya Allah Ya Tuhanku….

Aku memang banyak berbuat dosa….

Namun kalau boleh aku meminta…

Bahagiakan Ibuku yaa Allah….

Mampukanlah aku membahagiakan dia Yaa Allah…

Air mataku mengucur deras….

Benar2 kesedihanku melandaku justru setelah aku mulai bisa mencerna betapa ibu menanggung semua kesedihan rindu dendam dan penasaran sendirian selama ini….

Betapa selalu ibu hari2nya penuh kesepian dan kesedihan yang tak terperi….

Betapa aku tak tahu diri selalu merutuki namaku yang oleh ayahku dipilihkan agar aku rendah hati dan tidak jumawa….

Betapa aku selama ini benar2 hidup sendiri tanpa tahu segala kesusahan yang melanda hati ibuku bahkan meremukkannya hingga menjadi serpihan dan dengan itu aku dibesarkan penuh kasih sayang……

Aku benar2 menangis seolah baru ini aku menyesal dengan amat menyesal telah membuat aku lupa akan kebahagiaan ibuku….

Sambil menangis aku berjalan melangkah masuk ke kamarku….

Aku hari itu…. sadar…

Bahwa aku sudah seharusnya tak berfikir tentang segala kesenanganku sebelum pesan Ibu tentang Raka tentang Ayuni dan Tase terlaksana…

Sebelum Ibu merasa bahagia, tak patut aku merasakan nikmatnya dunia….

Semua rasa cinta dan sayang pada ke enam wanitaku seolah hambar….

Tak ada rasanya lagi….

Lenyap tak berbekas….

Sudah saat nya aku membangun diri bangkit dan melangkah maju dengan pasti bersama Tase adekku, Ayuni dan Raka….

Biarlah kami semua menghentikan semua kegilaan ini….

Cerita ibu seakan2 mengurai benang kusut dan menyusun kembali serpihan kaca yang pecah sehingga bisa masuk akal dan pas di nalar.

Mendengar cerita ibu dan closingnya seolah ingin ada yang keluar dari barisan para calon istriku bahkan mungkin semuanya…

Mengingat pesan Abah terakhir dan awalan cerita ibu, seolah ada pihak2 yang menginginkan keseluruhan hartaku….

Aku mulai menerka-nerka harta ibuku berapa sesungguhnya….

Dan seolah yakin ada musang berbulu domba, ibuku dengan cantiknya menyembunyikan usahanya sehingga akupun tak paham usaha yang ditekuni olehnya…

Melihat gigihnya ibu mencari Raka yang tentunya menghabiskan uang tak sedikit….

Melihat gigihnya ibu bekerja selama ini….

Melihat bagaimana ibu memimpin rapat mengawali usahaku…

Rasa2nya ibu bukanlah ibu rumah tangga biasa yang hanya tahu bisnis kecil2an….

Ibu seolah tak asing lagi dengan usaha yang menghabiskan dana Milyaran….

Aku yakin Ibu juga tahu hartaku sendiri berapa yang kusimpan rapih…

Asset2ku selama ini kusimpan dengan rapih hasil usahaku selama ini…

Dari closing tadi ibu ingin seolah tidak menginginkan harta yang sudah diberikan kepada orang lain, namun beliau juga menekankan bahwa hartanya yang ada saat ini buka untuk dibagikan lagi, namun untuk keluarga “kecil” ku yang tercerai berai akibat harta….

***

Perenunganku akan yang telah, sedang dan akan terjadi ke depan membuatku mulai menata kembali serpihan2 kenangan yang mungkin terlewatkan dari pandanganku dan kecermatanku selama ini….

Hmmmm….

Banyak juga yang aku lewatkan….

Aku mulai merenungkan dan memikirkan dengan seksama bisnis yang akan aku bangun….

Masih berupa embrio sih….

Tapi harus aku segera mulai….

Mmmm…

Bagaimana caranya melepaskan belenggu yang secara membabi buta telah menutup mataku akan kebenaran yang ada…..

Mmmm….

Ini lirikan dan desahan sang dewi gaya baru…

Yang melenakan hati dan mata bathin…

Sehingga banyak hal2 yang terlewatkan….

Mmmmm…..

Kepalsuan apapun akan nampak akhirnya….

Keikhlashan dan cinta sejati juga demikian….

Biarlah akan terumgkap sendiri satu demi satu….

***

Kubuka jendela kamarku….

Diatas langit rembulan bersinar terang….

Saat ini memang masih purnama….

Sinar bulan halus merasuk sukma….

Mengajakku berfikir dan merenung di teras kamarku…

Mmmm…..

Ibu….

Aku akan penuhi perintahmu….

Aku akan bangun keluarga ini kembali dari serpihan2 kaca retak….

Menjadi keluarga yang benar2 disegani….

Mmmm…

Ibu…

Bersabarlah….

Sebentar lagi aku akan bisa melampaui ayah….

Karena aku adalah pewaris satu2nya ilmu peninggalan keluarga besar kita….

Akulah sang Dewa….

Aku yakin disana akan ada sang Dewi sebagai pendampingku….

Hari ini, Malam ini….

Bulan Bersinar….

TAMAT