Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

The Moon Is Shining Part 36

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Tamat
Purity

Kedatangan sang bapa guru beserta murid kepalanya berkunjung kepada bapa resi disambut dengan penuh rasa prihatin akan nasib sang bapa guru.

Mereka berdua lalu berbicara secara pribadi lama sekali hingga menjelang tengah malam.

Berdua mereka keluar dengan wajah prihatin, ada sesuatu yang mereka anggap tidak sesuai dengan kepatutan dalam hidup dan kehidupan…

Namun mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam hal penyelesaiannya….

Sang resi lebih kedalam, lebih ke arah instropeksi diri, memperbaiki laku diri lebih dulu dan mengubah cara pandang secara pribadi.

Sang guru lebih ke arah luar, mendidik masyarakat dan membuat tatanan sosial agar bisa lebih baik dan lebih bermartabat secara tatanan sosial…

Keduanya memahami bahwa memang harus ada yang mengajarkan tentang bagaimana memperbaiki diri dan ada yang mengajarkan pentingnya ada yang mengurusi masalah sosial.

Keduanya sepakat untuk menciptakan sesuatu yang bisa menyuarakan dua hal tadi….

Sesuatu yang berisikan gabungan antara fisik dan rasa….

Antara kemegahan dunia dan pemenuhan ketenangan jiwa….

Mereka lama berbincang mencoba mencari titik temu mengenai bentuk dari penggabungan ilmu mereka…

Keduanya akhirnya sepakat secara bersama tinggal dan menyepi bersama hanya 6 orang murid2 terpilih yang akan diajarkan ilmu pokok dasar gabungan antara rasa dan alam semesta….

Bapa guru dengan murid kepalanya dan bapa resi beserta 5 murid utamanya…

Mereka mulai belajar saling mengenal 2 hal yang kadang saling bertentangan

Dua hal yang berbeda, rasa dan nalar….

Dua hal yang memang sejak awal berdiri terpisah dalam pandangan manusia.

Muncullah ilmu tarian dewa dewi….

Tarian yang diperankan oleh dua orang penari lelaki dan perempuan.

Dan diiringi oleh musik gamelan…

Yang luar biasa….

Masing2 penari mempunyai gerak tari yang sarat tenaga dan jurus2 dahsyat satu dan lainnya saling membantu dan menutup kelemahan dan bergabung bersama mereka seolah sepasukan pemain silat maju bareng.

Demikian pemusik gamelannya….

Masing2 jenis alat musik merupakan seni tingkat tinggi yang mempunyai tenaga penghancur luar biasa…

Bergabung mereka, jadilah suatu komposisi yang luar biasa indahnya, komposisinya lengkap dan sangat tepat….

Irama karawitan yang sangat indah dan dengan disertai karawitan sekar gending yang mengalun rancak….

Namun juga luar biasa merusak dan mempunyai kekuatan dahsyat melumat lawan..

Bermain bersama2 semua anggota pemain gamelan dan penarinya, seolah mereka sepasukan dewa dewi langit menyerbu…

Dahsyat luar biasa…

Menghancurkan dan melumat…..

Indah namun sekaligus mengerikan….

Ilmu yang benar2 nggegerisi….

Ilmu yang luar biasa….

Barisan yang daya rusaknya sangat tinggi….

Mengerikan sekali….

Begitu dahsyatnya sampai2 kedua bapa tadi tercengang…

Rasanya tak ada kekuatan manusia yang akan sanggup menghadapi barisan ini…

Kedua bapa tadi diam membisu selama berhari hari, dan seolah tak rela kekuatan dahsyat ini menjadi penghancur umat manusia versi baru….

Apalagi bila barisan ini dilandasi rasa sakit hati dan dendam….. “

Ibu berhenti sejenak bercerita….

Mengambil nafas yang sejak tadi mulai sesak….

***

Ketakutan kedua bapa tadi dibaca oleh sebagian murid sebagai sesuatu yang berlebihan…

Apalagi kepala murid bapa guru yang ikut sakit hati kepada 2 murid murtad…

Diam2 beliau tak nyaman dengan suasana tersebut dan berniat bergerak sendiri. Lalu dia pamit undur diri ke perguruan untuk melihat2 kondisi perguruan sekarang..

Alasan yang tepat, karena bagaimanapun juga bapa guru terlalu lama meninggalkan perguruan.

Sesampainya di perguruan, sang kepala murid tadi membentuk kelompok karawitan sekar gending yang hampir sama, namun dengan pengetahuan yg seadanya sesuai dengan daya tangkap si murid kepala….

2 tahun mereka berlatih terus menerus dan akhirnya sepakat berangkat menuntaskan rasa sakit hati.

Rupanya mereka tak mengetahui bahwa semua sudah berubah…..

Terlambat datang lebih tepatnya…

Selama bertahun mengasah diri, ternyata banyak terjadi perubahan.

Sang murid bapa guru, keduanya telah insyaf melakukan kesalahan dan mereka tahu bahwa bapa guru sedang berkunjung ke kediaman bapa resi yang juga guru mereka setelah belajar ke bapa guru.

Menghadap dengan penuh jiwa ksatria mengakui kesalahan kepada kedua guru mereka, dan memohon ampunan….

Dalam pertobatannya, bapa guru dan bapa resi membekali mereka sekali lagi dengan ilmu bathin yang lebih sempurna sehingga mereka bisa memimpin kerajaan dengan lebih bijaksana…

Pembekalan ilmu bathin itu dengan cara melawan ilmu tarian sang dewi….

Karena yang bisa melakukan tarian Dewa, adalah murid tertua bapa guru yang sedang pulang ke perguruannya…

Pada saat latihan, ternyata bila dihadapi oleh si penguasa ilmu rahasia langit, maka tarian sang dewi bisa dengan mudah mengalahkannya…

Juga bila yang menghadapi adalah si penguasa inti bumi yang menghadapi sendirian…

Namun bila kedua murid tadi bersatu maka tarian sang dewi akan terlihat berimbang dengan keduanya…

Demikian halnya kala tarian sang dewi dimainkan oleh seorang penari tanpa iringan musiknya, maka daya serangnya akan jauh berkurang sehingga hanya mampu bertahan terhadap ilmu inti bumi atau rahasia langit…

Juga kala musik gamelan pengiring di adu dengan salah satu dari inti bumi dan rahasia langit.

Tampak bahwa inti bumi dan rahasia langit adalah dua hal yang seharusnya sama dan bisa menyatu, demikian juga antara tarian dan iringan musiknya juga dua hal yang harusnya menyatu…

Tampak bahwa pengenalan diri dan semesta harus bersamaan dilakukan karena itulah kemurnian akan harkat ilmu yang bersumber dari manusia…

Juga bahwa gerak dan nada juga harus dianggap satu kesatuan bila ingin kembali pada kemurnian rasa dan karsa …

Karena gelitikan keingin tahuan itulah, keempat unsur tadi mulai belajar unsur2 yang lainnya…

Ada banyak pecahan dan penggabungan oleh banyak murid2 tadi

Muncullah bermacam2 ilmu….

Nah si murid Bapa guru datang pada masa ini….

Membawa tarian perang yang penuh dendam dan amarah….

Luar biasa dahsyatnya sehingga meluluh lantakkan siapa saja yang ada….

Rupanya si murid bapa guru tadi berhasil menemukan kekuatan dari amarah dan dendamnya, kekuatan nafsunya…..

Rupanya kekuatan nafsu juga sama kuatnya….

Sejajar dengan tarian sang dewi yang penuh kelembutan….

Apapun, nafsu juga perlu dan harus diberi tempat, itulah tang membedakan antara manusia dengan malaikat….

Daya cipta dan karsa bisa maju ya karena nafsu…

Semakin maraklah perkembangan keilmuan hasil pemikiran bapa gurundan bapa resi…

***

Sampai suatu ketika sang bapa resi dan bapa guru bertanya pada sang raja soal jodoh….

Sang Raja hanya menjawab sulit baginya utk berjodoh…

Ketika dipaksa menjelaskan kenapa sulit.

Barulah sang Raja menjelaskan bahwa mereka, dirinya dan sang patih sebenarnya kembar, dan selalu saja mencintai gadis yang sama, itulah kenapa mereka akhirnya tak beristri….

Ketika ditanya soal wanita yang mereka maui, mereka jujur menjawab si dewi yang menarikan tarian sang dewi….

Bapa Resi yang mengetahui bahwa muridnya memang tertarik kepada sang Raja tapi juga kepada sang Patih tertawa….

“Ha ha ha….. Ternyata sebelum aku mati aku bisa melihat penggabungan dalam bentuk keluarga….

Dia memang tertarik padamu dan padamu….

Saking bingungnya memilih ketika dulu kutanya dia akhirnya ga berani bicara…

Ha ha ha….

Kenapa kalian tak menikah saja semua, satu istri dua suami, ha ha ha”

“Baik bapa, kami serahkan pada bapa resi saja”

Bapa Guru menyela,

“Ha ha ha, dasar kamu nih mau serakah masak muridku dua kamu ambil.

Ha ha ha ha,

sebentar dulu aku tanyakan baik2 pada muridmu itu,

Nduk cah ayu, apakah kamu mau bersuamikan dua orang ?”

“saya bersedia rama guru,tapi dengan satu syarat, aku jadi Ratunya, kangmas Raja jadi patih biar dua2nya ga berebut secara tak adil, Rama Guru”

“Ha ha ha, dasar cah ayu gemblung, wes karep njupuk 2 muridku, sik wae njaluk kerajaaan e…

Ha ha ha….

Tapi kowe bener nduk, aku setuju, sebab kalau ga begitu nanti kasihan si patih, kalah bagian terus…

Ha ha ha”

“Guru gemblung…. Ha ha haaku setuju sama kamu… wes ndang kono umumno (umumkan)….”

Setelah menikahkan murid2nya tadi kedua bapa guru dan bapa resi menghilang melakukan tapa dan menjauhi kehidupan dunia, mereka benar2 sudah merasa puas akan capaian yanh telah diperole….

Sehingga merasa perlu mensucikan diri menuju ke keabadian….

Jadi itulah yang sebenarnya terjadi, namun kemudian tersiar kabar bahwa inti bumi dan rahasia langit takluk dibawah tarian sang dewi…..

Itu tak lain tak bukan dihembuskan untuk menghinakan inti bumi dan rahasia langit, juga karena iri tidak bisa mempersunting sang dewi…

Cerita dihembus2kan agar seolah murid bapa Resi mengalahkan murid bapa Guru….

Rupanya di luaran sana, murid kepala bapa guru yang semula adalah pemain tari lelaki dari tarian dewa dewi yang kemudian membuat pelajaran berdasarkan hawa nafsu….

Menghebus2kan cerita itu agar terjadi pertentangan antara murid2 bapa Guru dan murid2 bapa Resi….

Nafsu angkara membahana, kemarahan, iri dengki dan hasut meraja lela….

Saat itu memang pernikahan poliandri diperbolehkan, bukankah pandawa beristrikan seorang dewi cantik? 1 berlima bahkan itu…

Kembali ke kemurnian….

Itulah yang dihembus2kan oleh murid kepala

Ilmu inti bumi harus dimurnikan…

Ilmu inti langit harus dimurnikan dari pengaruh wanita penggoda…

Bapa guru dan bapa resi bersedih….

Tapi itu bukan tugas mereka lagi….

Biarlah bumi berputar lebih kencang sekali lagi “

***

Para penabuh tarian sang dewi yang sudah memahami ilmu2 yang telah bercampur aduk, ternyata sebagian terpengaruh ucapan sang murid kepala…

Itulah cerita ibu selanjutnya, yakni tentang ramainya orang berupaya menggapai puncak ilmunya…

Sementara di istanapun telah terjadi banyak hal, sang ratu mengandung dan melahirkan 2 anak bayi yang luar biasa cakapnya…

Si sulung anak lelaki yang akhirnya menguasai ilmu bapak ibunya dengan sempurna….

Si bungsu anak perempuan ternyata lebih suka mempelajari kesenian dan ilmu pernafasan olah bathin…

Mereka berdua akhirnya menikah dengan keturunan para penabuh/pemusik tarian sang dewi…

Sampai akhirnya pada keturunan ke empat timbullah geger genjik…

Keturunan murid kepala di bagian timur jawa berhasil memurnikan (istilah mereka) seluruh ajaran bapa guru dan bapa resi dan membuat aliran baru….

Ilmu tanah air, tanah dan air….

Ilmu yang mengguncangkan di tlatah timur dan berkembang pesat…

Hampir seluruh raja2 di tlatah ini.mempelajari ilmu dengan dasar yang sama, ilmu tanah air….

Mengutamakan kemurnian tenaga gerak dan nafas…

Tanpa kembangan dan tanpa tipuan gerak macam tarian….

Lurus bersih dan murni…

Itulah bedanya bagian barat dan timur jawa….

Satu asal tapi berbeda ujungnya…

Bahkan sudah tak tampak lagi dalam wujudnya adanya kesamaan, sekalipun di tataran olah nafas dan bathin masih serupa…..

Lho…

Urusan keluarga lantas bagaimana ?

Ah ibu ini kayaknya ngelantur….

“Ibu, lantas apa hubungannya cerita panjang ini dengan aku dan keluarga ?”

“Oh ibu belum lupa nak, ibu cuma hendak menyampaikan latar belakangnya saja.

Keluarga bapakmu adalah keluarga dari Timur.

Dan keluarga Ibu adalah keluarga dari Barat.

Secara keilmuan sama, sama2 mengutamakan olah nafas dan oleh bathin nak, sama2 memiliki daya nalar yang kuat…

Sehingga dua keluarga ini memiliki kemampuan olah duniawi juga kuat…

Kalau bukan pejabat/raja, pengusaha sukses pastilah tokoh terpandang karena keilmuannya…

Cuma sayangnya adalah bahwa dendam masa lalu membutakan nak…

Cerita versi keluarga ibu yang barusan dan cerita versi keluarga bapakmu masih mengganjal sebagai jurang pemisah.

Kami tetap menikah di tengah tentangan banyak pihak, terutama keluarga ibu….

Kakak ibulah yang paling keras menentang, dengan berbagai hinaan dan celaan pada bapakmu….

Namun akhirnya dengan penjelasan yang lemah lembut dari bapakmu, orang tua ibu dan kakak ibu bisa menerima bapakmu menikahi ibu….

Namun dengan mahar seluruh kekayaan bapak mu buat keluarga ibu semua dan dijalankan oleh kakak ibu.

Sehingga kami sekeluarga hidup dalam kesederhanaan, namun emas tetaplah emas, permata tetap saja permata sekalipun dipendam di lumpur.

Berdua kami bisa membangun usaha yang maju dan luar biasa besar….

Usaha kami berkembang, ditambah dengan ibu akhirnya hamil mengandung dirimu…

Ketika kamu lahir, bapakmu memberimu nama Budi Garam Asem, untuk sebagai tanda bahwa anaknya kelak tak akan budi dari leluhur dulu.

Garam yang artinya laut, karena bapa guru tinggal di lembah dekat dengan pantai di timur jawa…

Asem yang artinya gunung, karena bapa resi tinggal di pegunungan di barat jawa….

Juga sebagai tanda bahwa anaknya nantinya akan menjadi sosok yang rendah hati….

Bukan yang sombong….

Itu pesan bapakmu lewat namamu…

Namun kemajuan kami rupanya tak menyenangkan kakak ibu….. Paman mu…

Apalagi setelah kakek dan nenekmu meninggal….

Sering terjadi pamanmu menuduh bapakmu macam2 dan akhirnya timbullah bentrokan berdarah karena pamanmu mengata2i kakekmu dari bapakmu…

Sebenarnya penguasaan ilmu bapakmu lebih tinggi dari pamanmu…

Namun karena terus saja mengalah maka disaat2 menentukan bapakmu terkena pukulan dahsyat dari pamanmu….

Namun sempat menahannya di detik2 terakhir….

Sehingga keduanya tewas….

Itulah sejarah kelam keluarga kita….

Harta peninggalan Bapakmu dan Pamanmu yang awalnya harta bapakmu juga, sangat berlimpah…

Harta itulah yang menyebabkan bapakmu dan pamanmu bertengkar hinggal ajal, pecahnya keluarga bibimu akibat fitnah sehingga Tase jauh dari kasih bapaknya….

Tase jauh dari kakaknya si Raka….

Raka ikut bapaknya hingga akhirnya lontang lantung tanpa tahu ibunya dan keluarganya karena setiba disana bapaknya meninggal dan Raka masih sangat kecil utk tahu apa2…

Ibu perlu waktu lebih dari 10 tahun melacak jejaknya…

Dan kamu jauh dari sepupumu yang di Bali itu….”

Bibimu istri Pamanmu adalah keluarga kaya raya, dan sejak awal tak menginginkan harta itu karena menurut bibimu itu bukan hak nya….

Mengembalikan harta mahar utk ibu dulu yang dikelola oleh pamanmu…

Ibumu juga ga berminat untuk mengambil harta warisan Bapakmu….

Sebab Ibu juga punya usaha kecil2an yang ibu yakin bisa berkembang jauh dan cukup untuk hidup kita berdua nak….

Ibu sudah muak dengan harta2 itu…

Karena harta itu, rusak semua keluarga ibu dan bapakmu…

Akhirnya harta itu ibu bagikan kepada saudara2 perguruan yang masih tersisa….

Dibagikan kepada 6 keluarga, 3 dari keluarga yang dari Timur, 3 dari keluarga yang dari Barat…

Dengan ketentuan bahwa mereka tak boleh mendidik anak2 mereka sesuai perguruannya tapi saling mendidik anak2 saudara di seberang sana…

Artinya…..

Ayah Tiara tak boleh mendidik Tiara…

Ayah Wanda tak boleh mendidik Wanda….

Ayah Santi dan Sinta tak boleh mendidik Santi dan Sinta…

Ayah Renata juga sama…

Yang 2 orang….

Itu Ayah dan Ibu Agus…..

Dan Ayah dan Ibu Galuh….

Agus ga masalah…

Kamu sendiri sudah bertemu dengannya…

Galuh ini bermasalah karena dia tidak bisa menerapkan ilmunya yang diperoleh dari Bapak Tiara….

Ditambah lagi Bapak dan Ibu Galuh meninggal kecelakaan jadilah anak angkat Bapak Tiara….

Dalam perjanjian itu, semua anak harus mengajari Kamu bud dengan ilmu2 mereka….

Agus sudah bertemu kamu khan ?

Sudah mengajarkan intisari ilmunya khan ?

Galuh secara tak langsung malah meleburkan kekuatannya kepadamu…

Clara…..

Mmmmm dia bukan keluarga kita sebenarnya, namun sebagai tetangga saat ada anak gadis tetangga ingin menari, maka ibu ajarkan tarian jaipong tapi tidak didepan umum dan kamu tak boleh tahu…

Diluar tahumu ibu, berbuat satu kesalahan, ibu mengajarkan kepadanya tarian sang dewi dan menitipkan tarian sang dewa utk diajarkan padamu….

Ibu khilaf dan lupa kalau tarian ini akan membuat penarinya seolah ada daya magnet….”

***

Masalah kemudian timbul, ketika kamu masih kanak2 kamu bertemu dengan Abah….

Ibu merasakan bahwa kamu belajar ilmu yang senada dengan ibu dan keluarga lainnya. Tapi siapa si Abah ini…?

Ibu sudah menyelidikinya namun tak kunjung ada titik temunya….

Cuma ibu tenang dan yakin beliau berniat baik, dan juga ilmu yang ditutunkannya padamu juga untuk kebaikanmu juga…

Saat itu kamu sedang digebuki orang tanpa melawan karena menolong sepupumu sendiri, Ayuni Ratri Dewi…

Ibu tahu dari bibimu, ibu Ayuni….

Karena Ayuni bercerita hal ihwalnya kepada ibunya…

Ibunya memberi tahu ibu, dan saat itulah ibu tahu kamu sedang dibimbing oleh orang lain yang ibu tak tahu…

Itulah salah satu sebabnya bibimu pindah ke Bali, karena bibimu khawatir Ayuni akan mengenalmu atau kamu kenal dia…

Bagi ibunya, keluarga kita ini adalah keluarga yang cinta kekerasan…

Ada ketakutan nanti Ayuni akan menjadi pecinta kekerasan kalau behubungan dengan kita…

Hmmm….

Itulah sebab kamu meski tak pernah berjumpa Ayuni, kamu akan menolongnya dengan darah dan jiwamu…

Bagaimanapun darah yang mengalir di dalam tubuhnya sama denganmu….

Tahukah kau, kenapa Ayuni menjadi penari tunggal tadi? Karena tariannya ibu yang mengajari…

Sepuluh tahun ibu mencari Raka….

Sampai akhirnya ibu tahu kalau Raka terakhir ada info di Bali…

Sampai di Bali ibu berjumpa bibi Ratri ibunda Ayuni…

Bibi Ratri sudah bersuami lagi…

Dan sudah menganggap semuanya adalah masa lalu, sehingga Ibu bisa berjumpa dan mengajarkan ilmu menari padanya….

Soal Abah ini ibu masih mencari siapa beliau sebenarnya….

Tapi ibu yakin beliau orang yang sangat luar biasa dan bijaksana serta berilmu tinggi…

Itulah sebabnya Ibu tak meminta Tiara dan lain2nya mengajarkan ilmu2 mereka…

Kekagetan ibu bertambah kala ibu diundang oleh bapak ibu Renata….

Mereka menyetujui perjodohan denganmu….

Sejatinya ibu bingung….

Siapa yanv menjodohkan kamu ?

Belum juga ibu sadar dari kekagetan….

Bapak dan Ibu Wanda mengundang ibu bertamu, lagi2 mereka menyatakan menyetujui perjodohan denganmu sebenarnya, namun Wanda nya menolak…

Luar biasanya….

Ibu juga diundang oleh Bapak dan Ibu Santi dan Sinta membicarakan hal yang sama….

Lagi2 Santi dan Sinta menerima….

Entah bagaimana ceritanya….

Ibu benar2 bingung saat itu….

Hanya Ayah tiara yang tidak mengundang Ibu…

Karena yakin Ibu tak akan datang memenuhi undangan beliau….

Bukan karena apa….

Dulu Ibu Tiara sangat cemburu pada Ibu karena kedekatan kami…

Sebenarnya kami dekat karena kami adalah saudara, bapak Tiara adalah anak angkat bapak nya ibu, gimana kami ga dekat ?

Secara garis keturunan bapaknya tiara itu adik sepupu ibu meski usianya lebih tua…

Karena kekeknya tiara adiknya kakekmu….

Rupanya alasan ini tetap tak bisa diterima oleh Ibunya Tiara, oleh karenanya ibu benar2 setelah kehilangan suami dan kakak yang juga kakak angkatnya bapalnya Tiara seolah tak punya keluarga.

Kenapa Bapaknya tiara pengusaha yang sukses ?

Yang karena hebatnya beliau….

Tapi juga karena harta yang diserahkan oleh ibu tadi…

Itulah kenapa beliau selalu memuja ibu dan berterima kasih pada ibu, dan inilah yg menjadi salah satu bibit kecemburuan…

Beliau selalu merasa berdosa kepada Ibu….

Setiap beliau mau berkunjung Ibu tak mau menerima bukan karena apapun, semata karena ibu tak suka dicemburui seperti itu…

Juga kasihan dengan Ibu Tiara….”

***

Dalam kebingungan itulah ibu didatangi oleh Abah….

Dari sana ibu paham….

Ternyata kejadian sampai bunuh membunuh antara suami dan kakak ibu itulah yang menyebabkan Abah menjadi terharu….

Abah adalah sebenarnya jelmaan, atau khayalan semata yang dibuat oleh bapa guru dan bapa resi….

Beliau berdua entah masih hidup atau sudah meninggal, ibu tak tahu, boleh jadi keduanya masih hidup.

Dan mereka berdua berniat mendidik Budi menjadi muridnya yang terakhir….

Itulah kemudian Ibu merasa bersyukur sekali akan semua yang telah dikaruniakan pada ibu….

Cuma sifat iseng beliau berdua belumlah cukup…

Di kejadian lampau, mereka menjodohkan seorang perempuan dengan dua lelaki…

Mungkin dianggap berhasil tapi ujungnya salah…

Maka mereka sekali lagi mencoba ramuan satu lelaki banyak istri….

Tak tangung2 6 orang sekaligus mereka rangkap jodohnya….

Lucunya kala ibu protes soal ini, mereka kabur tak bertanggung jawab…

Itulah kenapa ibu sekarang bingung ga bingung….

Mumet ada sedih ada…

Kepengen ketawa juga ada….

Hi hi hi….

Kenapa ibu bercerita seperti ini ? Supaya kalian semua tahu cerita dibalik ini semua….

Yang kedua, ibu bercerita secara terbuka ini agar kalian semua tak perlu lagi mengungkit2 soal harta warisan yang dulu….

Budi jangan ungkit2 itu lagi karena itu semua ibu bagikan secara suka rela karena muak terhadap harta itu….

Kalian, Wanda, Tiara, Renata, Santi dan Sinta, jangan pernah merasa berhutang dan akan ditagih soal harta itu, karena itu sudah menjadi milik kalian, orang tua kalian, ibu tak akan mengungkit2 lagi urusan ini dan melarang semuanya mengungkit2 lagi soal harta ini.

Jangan sampai kalian menjadi terpaksa menikah karena itu, sebab perjodohan itu tak ada hubungannya dengan hutang piutang. Dan tak ada urusannya dengan harta yang dulu. Itu murni keusilan rama guru dan rama resi yang suka menjodoh2kan.

Kedepan….

Jadilah kalian seperti saudara….

Tak ada keharusan kalian memilih Budi sebagai Suami…

Anggap saja kemaren kita sedang dipermainkan oleh bapa guru dan bapa resi….

Semoga kalian semua berbahagia….

Ibu mendoakan kebahagiaan kalian semua….

Sudah malam, ibu mau masuk kamar….

Tase, pijitin Ibu….

Budi….ingat2 selalu kamu punya dua saudara sepupu… Ayuni dan Raka…

Ibu titip mereka berdua….

Tase…? Dia sudah jadi adekmu”

***
Bersambung