Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Natalie’s Story Part 26

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29

Tuan Rumah Hari Ini​

POV Orang ketiga

Semua adegan birahi yang baru saja dilakukan Natalie dan Anggoro tak terluput satupun oleh mata Nicko yang sedari tadi mengintip dari dalam kamar. Kebinalan istrinya bersama mantan kekasihnya terpampang jelas di hadapan matanya.

Setiap desahan, racauan, dan kata-kata nakal yang saling terucap dari mulut mereka terdengar jelas oleh Nicko. Nicko yang berada di dalam kamar persis di seberang ruang tamu tempat Natalie dan Anggoro beradu nafsu dengan liarnya betul-betul merasakan sensasi kenikmatan bisa menyaksikan langsung istrinya sedang dientot oleh pria lain.

Bisa melihat istrinya berlutut mengisap kontol Anggoro dengan liarnya, dan saat istrinya membuka lebar selangkangannya untuk dimasuki kontol yang lebih besar dan panjang dari miliknya. Serta saat tubuh istrinya menggelinjang nikmat didera orgasme akibat dihujami kejantanan mantan kekasihnya.

Puncaknya adalah ketika Anggoro memuncratkan seluruh pejuh dan melumuri tubuh berkeringat istrinya dengan pejuh kental itu. Air liur Nicko sampai seperti ingin menetes karenanya.

Didera birahi menyaksikan sosok istrinya merasakan kepuasan dari pria itu, membuat Nicko tak kuasa menahan libidonya sendiri. Kontol yang terkurung botol cuka yang dibuat istrinya itu, beberapa kali mengeluarkan cairan pre-cum, namun tak kunjung mengeluarkan sperma kental seperti biasanya.

Rasa horni yang teramat sangat dan keterbatasan kontolnya karena tidak bisa mendapatkan stimulus sentuhan hanya bisa mengeluarkan cairan encer yang merembes begitu saja dari lubang kencing Nicko.

“Papiih sayaaang…” panggil Natalie pelan pada suaminya dari depan pintu yang sudah ditutup Nicko ketika mengetahui kegiatan ngentot ronde pertama antara istrinya dan Anggoro telah selesai.

“Yaa mih” Nicko yang mendengar suara istrinya segera bangkit dari tempat tidur dan beranjak kearah pintu dan membukakan untuk istrinya.

“Hehehe… Papih lagi ngapain? Tadi liat aku sama mas Anggo kan?”

“Nih aku bawa oleh-oleh dari mas Anggo buat kamu nih pih! Hihihi” Ucap Natalie ketika masuk ke dalam kamar tempat suaminya mengintip tadi.

“………” Nicko sampai tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan istrinya ketika dia melihat tubuh istrinya yang mengkilap karena baluran pejuh sang pejantan istrinya itu. Dirinya begitu terpesona melihat kondisi istrinya itu. Seketika libidonya melesat kembali.

“Kok bengong? Heh?? Papihh!!” sergah Natalie melihat keterkejutan suaminya.

“Eh… Iyaa mih…” jawab Nicko terbata.

“Kok malah bengong! Udah, buruan nih bersihin pejuhnya mas Anggo nih! Dia dah nunggu di kamar kita tuh, mau lanjut katanya!” Cerocos Natalie memberikan perintah pada suaminya untuk membersihkan sisa-sisa pejuh Anggoro yang melumuri tubuhnya.

“Haah??”

“Eh.. Iyaa.. Sebentar..” sahut Nicko terkejut awalnya seraya bangkit bermaksud mengambil tissue di depan.

“Heh mao kemana??”

“Ngambil tissue bentar.”

“Halaah kelamaan! Bersihin pake tangan kamu aja, jilatin kalo perlu. Papih kan suka kan njilatin pejuh di badan mamih kayak tadi pagi kan?”

“Degh..!!” Jantung Nicko berdegup kencang mendengar ucapan istrinya.

Natalie memintanya untuk menjilati pejuh Anggoro yang ada disekujur tubuhnya. Namun entah mengapa, Nicko yang mendengar hal tersebut menjadi semakin horni. Terlihat sekali dari raut wajahnya dan itu bisa ditangkap Natalie dengan cukup jelas.

“Eh… Iy…iyaa…” sahut Nicko hanya bisa mengiyakan perkataan istrinya.

Lalu Nicko secara perlahan sekali menyentuhkan ujung jarinya di payudara milik istrinya yang terdapat cairan kental milik Anggoro. Perlahan digerakkan jarinya menyapu setiap sentimeter kulit istrinya yang basah disiram pejuh milik mantan kekasihnya.

Aroma pertarungan birahi yang baru saja dilakukan istrinya tercium jelas, aroma keringat sang pejantan dan aroma anyir lendir kental itu menusuk hidungnya. Otaknya serasa berhenti bekerja, diambil alih oleh nafsu birahi yang dibalut fantasi tak biasa dari seorang suami yang puas melihat istrinya dientot pria lain.

“Halaah lama banget sih… Buruan sih!” Sergah Natalie tak sabar melihat suaminya sambil menepis tangan Nicko dan menarik kepalanya.

“Dah jilatin aja biar cepet pih. Si Anggo ntar nunggu kelamaan lho” ucapnya lagi sambil membenamkan kepala Nicko di tubuhnya yang berlumuran pejuh itu.

Tanpa membantah Nicko lalu mulai mendekatkan mulutnya ke tubuh Natalie yang dilumuri pejuh kental itu. Perlahan Nicko menyapukan lidahnya di sepanjang kulit istrinya, meraih sebanyak mungkin pejuh kental yang ada.

Aroma lendir dan campuran keringat antara Anggoro dan istrinya yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya tak luput dari sapuan lidah Nicko. Nicko yang awalnya ragu karena baru pertama ini melakukannya perlahan mulai terlihat seperti orang yang kehausan di padang pasir yang melihat sumber mata air.

Lidahnya terus menyapu dan menelan cairan pejuh pejantan istrinya sampai bersih sebagian demi sebagian dengan lahapnya. Mulai dari kedua toket istrinya perlahan naik ke atas menjelajahi leher istrinya. Seluruh area kulit yang disapu lidahnya terlihat tak ada lagi sisa pejuh yang disemprotkan Anggoro tadi, semua dilahap Nicko.

Lalu jilatan Nicko berakhir di mulut istrinya yang hanya terdapat sedikit pejuh yang berada disana. Ketika bibir Nicko bertemu bibir istrinya, Natalie menyambutnya dengan mencium dan melumat mulut suaminya. Dia masih bisa merasakan sedikit aroma dan tekstur kental pejuh Anggoro di mulut suaminya. Mereka berdua seperti sedang berbagi cairan yang ada di mulut mereka berdua.

“Muaacch…”

“Papih kayaknya suka yaa sama pejuh mas Anggo?”

“Mau mami mintain lagi nggak?”

“Hehehe” ucap Natalie dengan nada menggoda pada suaminya ketika mulut mereka berdua terlepas satu sama lain.

“Eh… Terserah mamiih aja…” sahut Nicko masih dengan ekspresi penuh birahi.

“Kok terserah mamih sih?”

“Mau dimuncratin dimana lagi pih nanti pejuhnya mas Anggo?” Pancing Natalie pada suaminya.

“……..” Nicko masih terdiam tak menjawab.

“Di sini boleh?” Ucap Natalie sambil menunjuk selangkangannya sendiri, yaitu menunjuk memeknya.

“Iy…Iyaa terserah mamih aja, gapapa mih.” Jawab Nicko pasrah namun bertambah horni membayangkan Anggoro menyemprotkan pejuhnya di dalam memek istrinya ketika orgasme.

“Hehe dasaar suami aneh!”

“Yaudah mamih ke kamar dulu ya, mau lanjut sama mas Anggo. Papih nikmatin aja pertunjukan dari aku.” Ucap Natalie seraya bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah pintu kamar.

Namun ketika akan beranjak Natalie sekilas melihat ujung leher botol cuka yang dipasangkan di kontol suaminya tadi pagi itu seperti ada tetesan encer yang menetes dari situ.

“Inii apaa? Kontolnya papih ngeces ihhh… Hihihi.” Seru Natalie sambil memperhatikan dengan seksama yang dilihatnya.

“Duhh duhh kasiaaan si papih, horni tapi gak bisa ngecrot yaa? Bisanya ngeces doang. Hahaha.” Ucap Natalie sambil tertawa geli melihat kondisi suaminya. Nicko hanya bisa terdiam menahan birahinya karena mendengar ucapan istrinya itu.

“Pokoknya ini jangan dilepas sampe aku bolehin dilepas ya!” Tegas Natalie pada suaminya sambil menyentuh perlahan botol plastik yang mengurung kontolku suaminya itu.

“Ooughhhss!!” Nicko justru mendesah karena perbuatan istrinya barusan. Lalu Natalie beranjak meninggalkan suaminya sendirian di dalam kamar menuju kamar nya dan suaminya dimana Anggoro sedang menunggu disana.

***

Anggoro yang sedari tadi menyaksikan apa yang suami istri itu lakukan di kamar dekat ruang tamu itu. Begitu mengetahui Natalie beranjak keluar kamar tersebut langsung bergegas kembali ke dalam kamar tempatnya menunggu. Tanpa lagi teringat keinginan sebelumnya untuk mengambil ponsel yang tertinggal di ruang tamu tadi dan langsung merebahkan tubuhnya berpura-pura istirahat.

Kontolnya yang mengeras kembali karena menyaksikan pemandangan yang tak pernah dilihat sebelumnya langsung ditutupinya dengan selimut yang terdapat di situ sebatas pinggang. Sehingga hanya terlihat tubuh berotot bagian atasnya saja mulai dari perutnya yang dihiasi pahatan kotak-kotak dan dada bidangnya.

Tubuh kekar itu masih basah oleh keringat yang ditimbulkan akibat pergumulan birahi dengan Natalie dan semakin basah mengkilat karena melihat kejadian di kamar depan barusan.

“Klik!” Suara pintu kamar terbuka.

“Maaf yaa mas agak lama, habis pejuh kamu tuh banyak banget. Jadi lama deh bersihinnya.” ucap Natalie berpura-pura menutupi kejadian bersama suaminya barusan tadi sambil berjalan ke arah Anggoro di ranjang.

Natalie sengaja tak menutup kembali pintu kamarnya itu dengan tujuan ingin kembali memberikan pertunjukan pada suaminya yang menunggu di depan sana. Anggoro juga menyadari itu, namun ia biarkan saja pintu kamar ini terbuka. Ada hal yang tiba-tiba muncul tanpa direncanakan sebelumnya yang ingin dia lakukan sesaat lagi ketika menggarap istri Nicko ini.

“Hehehe… Iyaa gapapa kok dek. Mas jadi ada waktu ngumpulin tenaga dulu buat bikin adek kelojotan lagi kayak tadi.” Sahut Anggoro.

“Hihihi bisa aja kamu mas.” Ucap Natalie sambil merebahkan tubuhnya di sebelah Anggoro, yang langsung disambut Anggoro dengan merentangkan tangan kanannya seraya mengundang Natalie masuk kedalam dekapannya.

“Chuupss! Iyaa dong, mumpung nggak ada suaminya kan, jadi aku bisa puas-puasin menggarap istrinya ini.” Ucap Anggoro sambil mengecup kepala Natalie yang berada diatas dada kekarnya.

“Waduhh bisa lemes dong aku hari ini kalo gini ceritanya.” Sahut Natalie manja.

“Biarin, emang pengen tak bikin sampe lemes. Biar mas Nicko gak kebagian jatah lagi pokoknya!” Ucap Anggoro sengaja menyebut nama Nicko yang diyakini sedang mengintip dari luar sana.

“Dih jahaat yaa sama suamiku yaa” Ucap Natalie sambil memainkan puting susu Anggoro yang mengacung diatas dadanya yang bidang itu.

“Katanya tadi dia nggak bisa muasin kamu? Kalo mas Nicko nggak bisa, biar aku aja yang muasin kamu pake kontolku ini ya sayang?” Seloroh Anggoro sambil menyingkapkan selimut yang menutupi kontolnya, lalu memegangi kontolnya itu yang telah mengeras dan mengacung siap untuk dipakai.

“Idihh dah ngaceng aja itu dedeknya mas Anggo..” ucap Natalie sedikit terkejut melihat kontol yang lebih panjang dan lebih besar dari milik suaminya tersebut. Lalu Natalie ikut menggenggam batang kontol Anggoro dan meremasnya pelan.

“Gede mana sama punya mas Nicko dek?”

“Gede ini lah, punya mas Anggo!”

“Puas mana disodok pake kontol ini apa kontolnya suami kamu?”

“Hmmm.. Mas Anggo nakal aahh!!! Memek aku jadi gatel lagi kan nihh…”

“Puas mana jawab dulu!” Desak Anggoro pada Natalie.

“Iyaa jelas puas disodok ini lhaaa..”jawab Natalie mengikuti alur birahi Anggoro.

Tepat seperti dugaan Anggoro, jika di depan kamar ini suami Natalie sedang mengintip kegiatan mereka berdua. Nicko yang mendengar semua percakapan mereka yang merendahkan dan melecehkan kemampuan seksualnya justru tidak merasa tersinggung sedikitpun, karena memang itulah keadaan sebenarnya.

Bahkan kontol Nicko yang terpasung di dalam chastity buatan Natalie itu, semakin banyak meneteskan cairan pre-cum nya, tanda Nicko semakin diliputi libido yang tinggi.

“Pengen lagi nggak disodok pake ini kontol?” Pancing Anggoro lagi dan terus, dia ingin menunjukkan pada Nicko yang ada di depan kamar sana jika istrinya sudah menjadi penikmat birahi yang dibawanya.

“Hmm.. Mauuu…” jawab Natalie.

“Coba gimana mintanya coba, biar mas mau nyodokin memekmu lagii ini.” Kembali Anggoro memancing Natalie. Dia melakukan dirty talk seperti ini karena terinspirasi dari film-film dan cerita porno yang dibacanya dan dipraktekkannya pada istri Nicko ini.

“Hmm… Mas Anggo sayang, kentotin aku lagi mauu yaa… Memek aku dah gatel lagi ini pengen disodok kontol gedenya mas Anggo. Ahhh.” Ucap Natalie dengan manjanya sesuai permintaan Anggoro.

Bahkan dirinya mendesah sendiri. Walau tanpa dirangsang menyadari sendiri betapa binal dirinya meminta untuk dientot pria yang merupakan mantan kekasihnya ini di depan suaminya yang sedang mengintip di luar kamar.

“Ini kalo misal mas Nicko tiba-tiba pulang, terus ngeliat istrinya lagi berduaan telanjang sama mantan pacarnya kayak gini gimana sayang?” Ucap Anggoro memancing birahi Natalie kembali, sambil mulai meraba memeknya dengan tangannya.

“Ahhhsshhh… Aaashhh massss….” Natalie hanya mendesah tak mampu menjawab.

“Heeee malah keenakan, jawab dulu gimana tadi kalo mas Nicko ngeliat kamu lagi pengen dientot sama aku kayak gini?” Desak Anggoro ke Natalie.

“Ouughhhsss.. Aaashhh… Biariiin ajaahh diaa dateng….aahss..terus liaaat kamu ngentotin akuuh Ssshhh… aahh…. Masshh” desah Natalie semakin menjadi sambil meracau.

“Emang dia gak bakal marah istrinya kuentotin?” Tanya Anggoro lagi sambil mulai memasukkan jarinya ke memek Natalie dan merangsang klitorisnya. Dan efek yang ditimbulkan benar-benar sesuai perkiraan Anggoro.

“Aaaooughhh…. Yeeeaahh… Biariiin dia marah jugaa, akuu pengen dikontolin sama kamuuh massssh…” desah Natalie semakin meledak-ledak membahana di seluruh kamar ini yang jelas bisa didengar oleh Nicko yang berada tak jauh sedang mengamati mereka berdua.

Nicko yang mendengarnya dan melihat istrinya meliuk-liuk kesana kemari di pelukan Anggoro semakin terpancing birahinya, nafasnya mulai tak teratur dan kontolnya semakin deras meneteskan cairan encer yang keluar dari lubang kencingnya bahkan menetes lewat ujung lubang botol yang mengurung kontolnya yang sedang ngaceng namun tak maksimal karena tertahan botol ini.

“Kamu mau dientot sama aku?” Bisik Anggoro di telinga Natalie.

“Coba minta izin dulu sama suami kamu kalo kamu mau dientot sama mantan pacarmu ini. Dia dah pulang kan tuh.” Ucap Anggoro memancing birahi Natalie.

“Ooohhh… Papiihhhss.. aahhh… Aku mau ngentot dulu sama mas Anggo yaaa aahshh… Papih jangaan gangguu ooughhhss…” ucap Natalie terbata sambil mendesah mengikuti arahan dari Anggoro.

Anggoro mulai mencoba memainkan gairah Natalie dan juga memainkan psikis Nicko. Dia ingin menikmati sepenuhnya tubuh Natalie di hadapan suaminya. Walaupun ini kali pertama untuknya juga bersetubuh dengan dilihat orang lain. Namun ternyata sedikit terbersit juga sensasi lain ketika menyadari hal tersebut.

Anggoro terus menggosok memek Natalie dengan konstan menggunakan tangannya membuat Natalie semakin menggelinjang merasakan orgasmenya yang akan segera tiba karena rangsangan yang dilakukan Anggoro.

“Oooogggghhhh….Maaaasssh aahhh… ahhhhss…ahhhh” desahan Natalie akhirnya meledak ketika orgasme menghantamnya lagi lewat fingering yang dilakukan Anggoro itu.

“Hoooushh..hooosh…hoooushh…” Terdengar kini nafas tak beraturan Natalie ketika gelombang orgasmenya perlahan mulai mereda. Namun memeknya masih berkedut dan pahanya menjepit tangan Anggoro yang masih berada di pangkal pahanya itu.

“Haah..haaaah..haaaah..geliii banget mas…” ucap Natalie lemah ditengah nafasnya yang mulai teratur.

“Enak tapi kan?” sahut Anggoro.

“Hmmm.. iyaa enaak..”ucap Natalie sambil tersenyum simpul.

“Sinii ciuuumm..” ucap Natalie dengan suara manja sambil menarik pundak Anggoro lebih dekat menempel pada tubuhnya.

“As you wish my lady.” Sahut Anggoro tersenyum dan mendekatkan mulutnya untuk melumat bibir wanita yang ada di pelukannya itu saat ini. Ciuman panas langsung tersaji di hadapan Nicko yang masih memantau aktifitas istrinya dan Anggoro dari celah pintu kamar tidurnya itu.

“Aammpssh…sluurphhss…sluurphhss”

“Hoouftth..clerrpss..slurrpss..muaaach”

Suara-suara bibir dan lidah yang dibasuh dengan air liur mereka berdua semakin memanaskan kembali suhu kamar ini. Sambil terus membalas lumatan Natalie, tangan Anggoro kembali meraba kedua payudara Natalie yang terhimpit diantara dada bidangnya dan tubuh Natalie yang menempel lekat.

Sementara tangan Natalie tak jauh beda berlaku di tubuh Anggoro. Sambil meluapkan nafsu birahinya yang kembali naik saat ini. Tangan Natalie dengan liarnya terus meraba dan mengusapi setiap lekuk otot tubuh yang terpahat di tubuh kekar mantan kekasihnya itu.

Sampai pada akhirnya tangan kanannya menepi juga di pangkal pinggang Anggoro. Lalu menggenggam erat batang kontol itu seperti anak kecil yang sedang menggenggam erat mainan barunya.

Dikocoknya pelan dan diremas lembut batang kejantanan yang tadi di ronde awal telah menyemprotkan pejuh kentalnya di kulit lembutnya itu. Pejuh yang akhirnya dibawa ke hadapan Nicko suaminya yang telah melihat langsung bagaimana istrinya beradu birahi dengan pria jantan itu. Dan bagaimana akhirnya cairan kental itu dibersihkan ya sendiri dari tubuh istrinya sesuai perintah istrinya.

Beberapa kali Anggoro melepaskan kuluman di bibir Natalie karena tak tahan mendesah akibat kepala kontolnya dipermainkan oleh usapan tangan Natalie. Sementara Natalie terus memberikan rangsangan di batang kejantanan yang sedang digenggamnya itu sambil terus memburu mulut Anggoro untuk dilumatnya.

Lalu karena semakin gemas pada tongkat daging yang dimiliki pejantannya ini. Tubuh Natalie bersingut pelan mengarahkan mulutnya untuk melahap kontol di dalam genggamannya itu.

“Oussstthhh… Aaahhhss” desah Anggoro sambil terpejam meresapi lumatan hangat mulut wanita itu sesaat setelah mulut itu berhasil menekan batang kontolnya. Anggoro secara naluri juga langsung mengarahkan pinggul Natalie untuk mengangkangi wajahnya sendiri sehingga memek Natalie saat ini tepat berada dalam jangkauan mulutnya.

Kedua kaki Natalie mengapit kepala Anggoro yang sedang bersemayam di hangatnya himpitan montoknya paha wanita itu.

“Cleerphh…cleerphh..phuaahsss..”

“Glooockhh…gloockkkh…glooockhh..”

Suara kecipak hisapan Natalie di kontol Anggoro yang bercampur air liurnya sendiri dan suara jilatan lidah Anggoro di memek Natalie terus bertalu-talu tanpa henti saling mengimbangi satu sama lain, saling memberikan rangsangan pada kelamin mereka masing-masing.

Sementara tidak berada jauh dari mereka berdua yang sedang bertarung birahi, Nicko sang suami Natalie sedang berdiri tak bergeming menatap istrinya yang dengan binalnya mengelomohi kontol mantan kekasihnya itu dengan semangatnya, sedangkan memek istrinya itu juga sedang dijilati oleh si pria.

Nicko merasa takjub dengan apa yang dilihatnya, tak pernah dilihatnya Natalie sebegitu birahinya ketika melakukan hubungan seksual dengan dirinya selama pernikahan mereka berlangsung, hal yang disaksikan Nicko ini hanya pernah terjadi ketika mereka berdua pada masa pacaran. Birahi sang istri yang sudah lama tak dilihatnya, kembali muncul ketika istrinya itu bergumul dengan Anggoro.

Ada sedikit terbesit rasa iri muncul di dadanya ketika melihat istrinya begitu birahi di hadapan kontol mantan kekasihnya itu. Dia seperti melihat istrinya begitu dahaga akan sebuah kenikmatan seksual, rasa cemburu mulai merasuk dalam dirinya.

Namun semua itu tertutup dengan rasa birahi yang sedang menyelimuti dirinya. Kontolnya mengeras di dalam botol yang mengurungnya itu, aliran darahnya terpompa kencang di setiap pembuluh nadinya.

Bahkan hormon adrenalin yang lama tak ia rasakan mengalir bersama degup jantungnya kembali hadir memberikan sensasi luar biasa saat ini. Dunianya yang lain teralihkan oleh pemandangan birahi yang diperankan oleh istrinya sendiri saat ini.

Semua film porno yang telah ditontonnya tak ada yang menandingi adegan langsung di depan matanya ini. Ada kepuasan bercampur kebanggaan yang tak bisa diungkapkan oleh hatinya ketika melihat birahi istrinya begitu berkobar dan kebinalan seorang istri yang selama ini menjadi angan-angannya ada di sosok istrinya itu terwujud sempurna di hadapannya.

Setelah puas menyedot dan menjilati kontol Anggoro yang mulai mengeluarkan cairan pre-cum itu, Natalie kembali merubah posisi tubuhnya serta menarik pinggulnya itu dari mulut Anggoro yang sebenarnya dia rasakan memeknya sendiri itu sudah sangat geli dan siap menembakkan orgasmenya kembali.

Namun Natalie berpikir jika orgasme berikutnya itu harus didapatkan ketika sedang mengempit kontol Anggoro di lorong leher rahimnya bukan ketika sedang digelitik oleh lidah mantan kekasihnya itu.

“Hsssttttsss….aaaahhh” mulut Natalie mendesis ketika secara perlahan memeknya merasakan kontol Anggoro mulai menerobos liang sempitnya itu. Anggoro pun juga sampai memejamkan matanya kembali merasakan nikmatnya kehangatan memek istrinya Nicko ini.

Setelah semua batang kontol keras dan gagah itu terbenam sempurna memenuhi liang memeknya, bahkan sangat terasa sampai menyentuh ke ujung mulut rahimnya. Hal yang tak pernah dia rasakan ketika sedang ngentot dengan suaminya. Suaminya hanya mampu menjelajah separuh dari yang dijangkau kontol lelaki-lelaki lain yang pernah merasakan nikmat hangat memeknya itu.

Perlahan namun pasti, Natalie mulai menggerakkan pinggulnya kedepan dan kebelakang, kadang diputarnya pinggulnya seperti sedang mencari titik sentuhan yang pas di dalam sana. Kedua tangan Natalie bertumpu diatas dada bidang Anggoro yang terbaring pasrah menikmati goyangan istri Nicko ini.

“Ouughhhsss yeeaashhh… Penuh bangeet massssh memek akuuh…Enaaaknyaahh…”

“Ooughhhss…” Natalie meracau sambil terus tak menghentikan gerakan pinggulnya yang sedang mencari kenikmatan dari batang kontol yang tertanam di memeknya itu.

“Hmmmppssss…. Enaaak yaa?? Aaaaashh..”

“Enaaak kontol aku daripada mas Nicko kan?” Ucap Anggoro ditengah desahannya menikmati ulekan pinggul montok Natalie itu. Kontolnya terasa seperti sedang dihimpit daging hangat penuh kenikmatan yang selalu ia rindukan selama ini.

“Ehmmm..heemm… aaashhh… iyaaahh..hhs..”

“Ayoo teruss dekkh,,Aaahhhss…goyanganmuu enaak sayaaang..”

“Hhmmm…ouughhhsss..yeeaashhh…”

Desah dan racauan mereka berdua kembali bersahutan kala Natalie dalam posisi WOT dengan kelamin mereka saling bertautan saling melepaskan dan menerima kenikmatan. Natalie terus menggoyang pinggulnya sambil kedua matanya merem-melek dengan mulutnya yang juga terus berdesis karena merasakan kenikmatan di memeknya.

Anggoro kemudian bangkit memeluk tubuh Natalie yang berada diatas pinggulnya itu, dan Natalie meletakkan kedua tangan merangkul bahu tegap mantan kekasihnya itu sambil terus menggoyang pinggulnya ke segala arah. Dirinya begitu menyukai rasa dimana seluruh rongga memeknya seperti tak terlewat satu milimeter pun bergesekan dengan kontol Anggoro.

Lalu Anggoro meraih bokong besar yang sedang meliuk di pangkal pahanya itu dan merubah gerakannya menjadi naik-turun. Otot-otot tangannya semakin jelas terlihat ketika dengan kekuatan kedua lengan kekarnya itu mengangkat-turunkan tubuh Natalie sehingga gesekan di batang kontolnya semakin terasa nikmat.

Natalie yang juga merasakan rangsangan hebat akibat gesekan yang semakin terasa di memeknya itu sampai mengangkat wajahnya dan menutup matanya meresapi kenikmatan surgawi yang dirasakannya saat ini.

Tubuh montok Natalie terus melonjak-lonjak liar mengejar kenikmatannya, kedua toketnya bergerak liar tak teratur mengikuti gerakan liar si empunya itu langsung dilahap oleh Anggoro dengan bernafsu. Mulut dan lidahnya memburu kedua daging nikmat yang ada di hadapannya itu, puting coklatnya dihisap dan dijilatinya area di sekitar areola tanpa ampun.

Tubuh Natalie saat ini berada di bawah kendali penuh Anggoro. Tanpa penolakan, Natalie mengikuti kemana saja arahan dan keinginan pria itu dalam mengarungi derasnya aliran birahi di kamar itu.

Nicko yang melihat hal itu semakin terpana, di matanya apa yang dilihatnya saat ini adalah pemandangan paling luar biasa yang pernah dilihat seumur hidupnya. Kebinalan dan birahi yang terlihat jelas begitu berkobar di wajah istrinya itu. Seperti mengalirkan aliran listrik tegangan tinggi di tubuhnya. Seluruh indera yang ada di tubuhnya hanya berfokus pada satu titik, yaitu istrinya sendiri yang sedang dientot oleh Anggoro.

Tanpa bisa dibendung akhirnya pejuh Nicko memuncrat dengan sendirinya tanpa ada rangsangan sentuhan yang diterima kontolnya. Setelah diawali dengan menetesnya cairan pre-cum dari lubang kencingnya, akhirnya pejuh yang lebih kental yang sedari tadi tertahan keluar juga tanpa bisa dibendung.

Walaupun pejuh yang keluar tidak memuncrat hebat seperti biasanya ketika dia sedang bercinta dengan istrinya ataupun ketika pada saat coli,. Hanya menetes namun dengan lebih kental sedikit dari pre-cum yang sebelumnya keluar. Namun kenikmatan yang dirasakannya lebih hebat dari itu dan berkepanjangan seakan kontolnya menuntut untuk disentuh untuk menuntaskan orgasme tersebut.

Namun Nicko tak bisa melakukannya karena kontolnya terkurung oleh botol plastik yang dipasang istrinya tadi pagi, sehingga perasaan tanggung ingin dituntaskan tak bisa dihindarinya. Rasanya seperti orang gila berada di situasi seperti yang dirasakan Nicko saat ini. Kegilaan yang hanya dibayangkannya dulu, sekarang tengah menguasai jiwa dan raganya.

Nicko kemudian terduduk lemas dalam kepuasan di lantai rumahnya sambil menatap istrinya yang masih bergumul liar bersama prianya. Pejuhnya mulai mengalir setetes demi setetes dari ujung botol plastik yang membungkus kontolnya itu.

Sementara di dalam kamar pribadi Nicko dan Natalie pergumulan masih terus berlangsung semakin panas setelah akhirnya Natalie kembali meraih orgasme keempatnya dalam posisi WOT tersebut. Anggoro sebenarnya juga sudah akan orgasme kembali untuk kedua kalinya, namun dia masih bisa menahannya sehingga sepertinya dia akan masih lanjut untuk menggenjot Natalie dengan posisi yang berbeda.

Memek Natalie dan kontol Anggoro masih bertautan satu sama lain ketika tubuh Natalie berhenti meliuk namun gerakan kedutan di memeknya masih terjadi selama beberapa saat. Sambil meresapi orgasmenya itu kedua tangan Natalie masih memeluk lemah tubuh Anggoro. Sehingga peluh kenikmatan yang keluar dari pori-pori kulit mereka bercampur dengan sempurna. Lalu mulut Anggoro secara perlahan berusaha meraih bibir dari Natalie dan melumat lembut bibir tipis dari mantan kekasihnya itu.

“Lanjuut bentar lagi yaa, dek?”

“Mas sebentar lagi kok.” Ucap Anggoro pelan yang dijawab dengan anggukan Natalie.

Lalu dengan gontai Natalie mengikuti arahan Anggoro untuk menungging di sisi kasur sementara Anggoro telah siap dengan posisinya berdiri di belakang Natalie dengan kontolnya tepat berada di ujung memek Natalie yang telah siap menerima gempuran kontol Anggoro tersebut.

Perlahan Anggoro mulai menempelkan ujung kontolnya namun tak langsung dimasukan, tapi digesek-geseknya terlebih dahulu untuk mencari lubang memek Natalie. Namun hal tersebut justru membuat rasa geli di memek Natalie kembali terpicu, sehingga matanya sampai terpejam dan mulutnya mendesis pelan karena perlakuan Anggoro itu.

“Haassstttt…. Ooughhhss… masukin cepet masshh.” Desis Natalie sambil meraih kontol itu dan mengarahkannya masuk ke memeknya.

Setelah Anggoro merasa kontolnya sudah pas posisinya. Lalu didorongnya perlahan pinggulnya. Sehingga kontolnya itu ditelan mentah-mentah oleh memek Natalie yang merekah. Mengikuti bentuk kontol yang sedang dilahap liang memek itu.

Anggoro terus mendorong sampai dirasa sudah maksimal dorongannya itu dan perlahan mulai menarik dan segera menggenjotnya. Setiap syaraf yang ada di batang kontolnya merasakan nikmatnya surga dunia itu dalam setiap gesekannya.

“Plokkk…plokkk…plokkk.ploookkk….”

Suara benturan antara pinggul Anggoro dan bokong montok Natalie. Terus bergema terdengar sampai ke telinga Nicko yang masih terus menyaksikan di depan kamar pengantinnya itu. Nicko yang melihat memek istrinya dihajar terus menerus oleh Anggoro di depan matanya sendiri dengan liarnya itu. Justru kembali bangkit rasa birahi yang baru saja berlalu tadi.

Lalu perlahan Nicko menggerakkan dirinya kearah pintu lebih dekat lagi. Dengan merangkak pelan Nicko bergerak bagai seekor kucing yang sedang melihat daging segar di depannya. Rahangnya kembali terasa ngilu karena menahan serangan birahi di dalam dirinya.

Sampai akhirnya dia sampai tepat di depan celah pintu kamar tempat istrinya sedang dientot oleh Anggoro. Dari sisi bawah sana dengan sudut pandang yang didapatnya ketika masih dalam posisi merangkak itu. Pemandangan tubuh istrinya yang sedang menungging dan digenjot oleh Anggoro terlihat lebih dramatis di matanya.

Ketahanan Anggoro dalam mengentot tubuh istrinya. Dan desahan binal yang terus didesiskan mulut istrinya menjadi suguhan terbaik bagi seorang suami seperti Nicko yang berfantasi melihat istrinya dipuaskan pria lain. Rasa-rasanya tak ingin berakhir apa yang sedang dinikmati matanya saat ini.

Setelah beberapa saat kemudian, Anggoro kembali merubah posisi mereka. Dibaringkannya Natalie di atas kasur tersebut serta dibukanya kedua kaki Natalie lebar-lebar. Lalu dengan sigap Anggoro mengambil posisi menindih tubuh montok Natalie. Sehingga kontolnya kembali melesak masuk sempurna ditelan lubang kenikmatan Natalie yang terekspos itu. Sambil tetap memeluk erat tubuh Natalie yang sedang ditindihnya, Anggoro mulai mempercepat tempo sodokannya.

Anggoro saat ini lebih berfokus pada orgasmenya sendiri yang dirasanya akan segera tiba. Dengan kekuatannya yang tersisa dia terus menggenjot memek Natalie diiringi dengan segenap perasaan kenikmatan yang melambungkan birahinya. Nicko terus menatap kearah mereka berdua tanpa ingin mengedipkan kedua matanya, dia tak mau kehilangan sedikitpun moment dimana istrinya dan Anggoro sedang berpacu birahi di depan matanya.

“Aaashhh… sayaaang akuuh mauuu keluaarhhh aahhh….” Racau Anggoro tanpa menurunkan ritme sodokannya.

“Heeeempppss….aaahh Aaahhhss aaahh…”

Natalie hanya terus mendesah tak mampu merespon ucapan Anggoro barusan. Otaknya sedang berkonsentrasi pada kenikmatan yang berpusat di pangkal pahanya yang semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia ingin orgasme sekali lagi.

“Aaaahhh…ahhhh….aahhhh….dekk mauu keluaarhhh!!!”

“Keluarin dalem ajaahhhss aahh… Semprotin tempikku massssh…”

“Asuuuuu penaaak tenaan tempikmu dek….!!!!”

“Aahhhhsss ahhhsshhh.”

“Crooott…crooott…crooott…”

Desahan dan umpatan Anggoro mengiringi semprotan pejuhnya di rahim Natalie. Ini kali kedua seumur hidupnya dia kembali menyemprotkan pejuh miliknya di memek Natalie setelah kejadian pertama di rumahnya beberapa waktu lalu.

Ketika dulu mereka berpacaran dan melakukan hubungan seks, Anggoro belum pernah sekalipun menyemprotkan pejuhnya di dalam memek Natalie untuk menghindari kehamilan. Tapi semenjak pertemuan tak sengaja mereka kembali waktu itu.

Dan pada akhirnya berakhir dengan pergumulan tak terduga di kamar Anggoro, ini kali kedua hal itu terulang. Dan Anggoro sangat amat menyukai hal ini, rasanya begitu luar biasa bisa melepaskan orgasme dan pejuhnya di dalam memek wanita ini.

“Ahhhhss yeeaashhh… Goyanginnn terussh mas jangaan cabuut… Aku sebentarr lagiii… ahhh ahhh….” Racauan Natalie ketika menerima semprotan pejuhnya Anggoro di dalam memeknya,.

Namun dia justru meminta supaya Anggoro terus menghujamkan kontolnya karena dia merasa sedang diambang orgasmenya juga. Natalie menggoyangkan pinggulnya sambil mengaitkan kedua kakinya di sisi atas pinggul Anggoro dan meraba serta menggosok klitorisnya sendiri untuk meraih orgasme yang sudah diujung itu.

Dengan segenap sisa kekuatan Anggoro, dia melakukan apa yang diinginkan Natalie, dia terus menggenjot dan menyemprotkan sisa-sisa pejuhnya sambil melumat mulut Natalie dengan panasnya.

Dan, selang beberapa detik setelah memeknya disiram lendir hangat dari kontol Anggoro, Natalie pun meraih apa yang dikejarnya. Orgasme itu datang dengan hebatnya bahkan sampai membuat tubuhnya sendiri kejang-kejang seperti tersetrum aliran listrik beribu-ribu volt selama beberapa detik.

“Oooouughh!!!! Aaaaashh yeaaaaassss!!! Ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh….”

Desahan Natalie meledak bersama orgasme yang didapatnya. Natalie memeluk lebih erat tubuh Anggoro yang sedang menindihnya itu. Memeknya masih menelan kontol pria ini dengan diiringi kedutan-kedutan kecil.

Natalie merasakan kehangatan yang nyaman dan nikmat di memeknya, karena pejuh Anggoro dan cairan cintanya sendiri masih bercampur dan bersemayam di dalam lubang memeknya. Rahimnya terasa hangat dan seluruh tubuhnya merasakan kelelahan yang teramat sangat akibat pergumulan barusan.

Sepasang manusia itu masih saling berpelukan beberapa saat merasakan kenyamanan sehabis bercinta. Kulit mereka masih saling melekat dan pastinya keringat yang keluar akibat persetubuhan barusan saling bercampur dengan bersatunya tubuh mereka berdua.

Kepala Anggoro tergeletak nyaman di dada Natalie, merasakan hembusan nafas dan degup jantungnya, dia tak lagi memperdulikan keberadaan Nicko yang mungkin saja masih mengintip di luar sana.

Perlahan kontol Anggoro melemas dan lepas dengan sendirinya dari jepitan memek Natalie yang penuh lendirnya itu. Lalu digulingkannya tubuhnya sendiri ke sisi samping berbaring berdampingan dengan Natalie. Setelah Anggoro berbaring di sebelah Natalie, lalu Natalie menggerakkan tubuhnya memeluk Anggoro yang ada di sampingnya.

“Makasih yaa mas Anggo…” ucap Natalie lembut ketika masih memeluk tubuh gagah pria itu.

“Ehemm?? Makasih buat apa?” Sahut Anggoro singkat.

“Makasih dah bikin aku melayang kayak tadi.” Jawab Natalie.

“Wah mabok nih anak, melayang dikira layangan apaah? Hehehehe” sahut Anggoro bergurau.

“Hehehe tau ahhh!” Ucap Natalie sambil mengeratkan pelukannya.

Mereka berdua masih saling berpelukan setelah seks yang sangat nikmat barusan diselingi obrolan-obrolan ringan dan canda gurau antara mereka.

“Kriyuuk..kriyuuk..kriyuuk..”

Tiba-tiba perut Anggoro mengeluarkan bunyian seperti orang kelaparan dan langsung disambut gelak tawa Natalie yang mendengarnya jelas.

“Hahahaha….”

“Suara apaan itu barusan…?”

“Mas Anggo laper? Hahahah”

“Yaudah bentar aku ambilin makanan yaa..”

“Hehehe iyaaa dek…”

“Abis kerja keras soalnya, laper lagi deh.”

“Yaudah tunggu bentar yaa mas.” Ucap Natalie sambil beranjak melepaskan pelukannya dan berdiri dari kasur.

“Eh, dek… Sekalian tolong ambilin handphone aku di meja depan yaa..” sahut Anggoro.

“Iyaaaa baweeel…” ucap Natalie sambil berdiri dan mengikat gelung rambutnya.

“Ihhh sampe netes-netes gini ihh…” ucap Natalie terkejut merasakan lelehan sperma dan cairan memeknya mengalir menuruni kedua pahanya.

“Banyak banget lagi masihan?” Lanjut Natalie sambil mengusap sedikit cairan yang mengalir.

“Hehehe becek yaa dek?”

“Yaudah sekalian kamu bersihin aja di luar itu.” Ucap Anggoro.

“Dasar mas Anggo tukang nyemprotin bini orang, pejuhnya masih banyak aja lagi.” Ucap Natalie sambil merunduk di depan wajah Anggoro.

“Cuupp… Biarin, isteri orangnya aja mau kok digenjotin. Hehehe..”

“Dah sana buruan, laper nih…”

“Wuuu dah kayak tuan rumah aja nyuruh-nyuruh..” ucap Natalie dengan ekspresi jutek yang dibuat-buat.

“Iyaa dong, mumpung tuan rumah sama suaminya lagi gak ada ini! Jadi, aku yang jadi tuan rumahnya hari ini nggantiin dia”

“Termasuk muasin isterinya…!!! Ucap Anggoro agak keras, dengan maksud agar bisa didengar oleh Nicko yang saat ini entah berada dimana, mungkin di kamar yang satunya, pikirnya.

“Iyaaa deh, yang hari ini jadi tuan rumah di rumah ini, dipuas-puasin deh yaaaa…” ucap Natalie kemudian bangkit dan beranjak keluar kamar dengan kondisi telanjang bulat.

***

Ketika Natalie keluar kamarnya, dia melihat suaminya sedang berdiri di seberang tak jauh dari kamarnya bercinta dengan Anggoro. Nicko hanya berdiri mematung menatap tubuh telanjang istrinya yang masih mengalirkan sisa-sisa lendir percintaan tersebut di sela pahanya itu.

“Papihh abis ngapain berdiri di situ? Ngintip ya tadi??” Ucap Natalie lirih bertanya pada suaminya.

“…….” Nicko tak menjawab, hanya mengangguk pelan.

“Ntar ketauan mas Anggo gimana?”

“Yaudah, balik kamar dulu gih… Mamih mau ambilin makanan dulu buat mas Anggo, ntar mamih susul ke kamar yaa.” Ucap Natalie masih dengan lirih kepada suaminya.

“Iyaa mih…” jawab Nicko dengan singkat sambil berjalan menuju kamar tamu dan masuk kedalam.

“Eh, pih… Papih tadi ngeliat semuanya berarti yaa?” Ucap Natalie sambil menghampiri suaminya yang akan beranjak.

“Eh…Iyaa mihh… Papi liat mami sama mas anggo….”

“Liaar banget mainnya tadi, mamii keren banget bisa jadi liar kayak gitu di ranjang.”

“Tapi papi suka kaaaan? Mami juga suka soalnya..”

“Iyaa papi suka juga, suka banget malah.. Ini mamih yang papih mau liat dari dulu liar kalo diatas ranjang.”

“Hehehe makasih yaa pih. Nanti abis ini papih gantian mamih service deh…”

“Bener yaa?”

“Iyaa papih jeleek… Eh tapi tadi denger kan kalo mas Anggo sekarang ini katanya mau nggantiin papih hari ini jadi tuan rumah di rumah ini yaa?”

“Iyaaa denger…”

“Yaudah kalo gitu, masuk gih sana.. Istrimu hari ini mau ngelayanin tuan rumahnya dulu yaaa papih sayang.”

“Hehehe dasar mamih nih, seneng bener dapet kontol gede terus kuat kayak punyanya mas Anggo kayaknya…”

“Iyaaa doong… Punya papih istirahat dulu yaa, anteng-anteng tuh di dalem botol.”

“Huuftt iya nih, kamu jahat banget sih udah tau pas ngaceng-ngacengnha malah dibungkus gini, agak ngilu nihh..”

“Hehehe ntar mamih beliin yang bagus deh…. Biar enak dipakenya.”

“Tauuuk ahhh… Yaudah papi ke kamar yaa”

“Iyaa pih, tidur aja ntar kalo ngantuk, kalo mas Anggo dah pulang mamih bangunin papihnya.

Lalu Nicko kembali masuk ke dalam kamar tempat persembunyiannya dan merebahkan tubuhnya, entah mengapa dirasa badannya cukup merasa lelah. Dia hanya ingin tidur istirahat siang ini. Tak lagi dihiraukannya apa yang akan terjadi selanjutnya antara istrinya dan Anggoro di kamar satunya lagi. Paling mereka akan melanjutkan ronde berikutnya. Biarlah, pikirnya.

Selama istrinya mendapatkan kepuasan yang diharapkannya. Dan lagi dia cukup yakin jika Anggoro tak akan menyakiti istrinya sehingga dia bisa tenang menyerahkan istrinya kepada si tuan rumah satu hari yang ada di rumah ini hari ini.

Bersambung