Agen Bola Terminal Bandar Bola Terpercaya
LAPAKDEWA LAPAKPOKER

Kakakku Sexy Part 3

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9

Hari baru saja gelap saat aku sampai ke rumah. Hatiku agak berdebar. Suasana dalam rumah saat itu begitu sepi. Juga gelap. Aku tak tahu apakah kakakku telah pulang atau belum.

Saat itu sayup-sayup kudengar suaranya dari dalam kamarnya. Tapi rupanya ada orang lain disitu. Karena kudengar suara lain yang agak berat. Suara laki-laki!
Jantungku makin berdebar-debar. Penasaran, dengan berjalan selembut mungkin aku menuju taman belakang dan langsung ke jendela kamar kakakku menghadap.

Dan, OMG!! Di dalam, kakakku sedang bersama bapak yang kulihat di tempat fitness kemarin. Ya, bapak berkulit sawo matang dan berkumis tipis itu! Dari percakapan yang kudengar, ternyata memang betul bapak ini adalah pejabat tinggi sebuah departemen. Jadi dugaanku akurat semuanya.
Juga… akalku kemarin berhasil dan spekulasiku tepat.

Makan malam kemarin, aku bilang kalo hari ini aku bakal menginap di rumah teman untuk ngerjain tugas kelompok. Untuk menunjangnya, pagi tadi aku sengaja pura-pura lupa di depan dia, lalu teringat dan membawa tas berisi pakaian. Sehingga kakakku jadi ngeh, double ngeh, dan triple ngeh kalau aku tidak pulang rumah malam ini. Perkiraanku, bapak itu pasti ingin bertemu kakakku hari ini.

Selain itu juga aku sungguh beruntung. Tirai jendela utama tak ditutup bahkan terbuka naik ke atas. Lampu kamarnya juga dinyalakan. Jadi dari tempatku ini aku bisa melihat ke dalam dengan jelas sekali.

Sebaliknya, asalkan tak berdiri terlalu dekat dengan jendela, aku tak bakal terlihat dari dalam karena hari telah gelap. Juga, jendela kecil di sebelah jendela utama terbuka sehingga aku dapat mendengar dengan jelas suara dari dalam. Jadi kini aku bagaikan melihat 3D live show layar super lebar yang tiada duanya!

Kakakku memakai daster rumah terusan bermotif batik dengan campuran warna krem dan merah. Sepertinya itu daster batik yang cukup mahal. Bahan kainnya cukup lembut sehingga meski itu daster longgar namun kainnya mengikuti alur kontur tubuhnya.

Membuat bagian dadanya nampak menonjol di balik sepasang payudaranya. Daster itu panjangnya selutut namun karena saat itu ia duduk jadi agak terangkat sedikit. Rambut hitamnya yang sebahu sedikit lebih panjang dibiarkan terurai.

(Ya, berbeda dengan kebanyakan cewek-cewek jaman sekarang, ia tak mengecat pirang rambutnya dan membiarkan rambut hitamnya tetap original). Ia terlihat cantik dan menawan seperti biasanya meski tanpa make-up berlebihan.

Menurutku wajahnya mirip artis Charlene Choi saat mudanya. Penampilannya saat itu menunjukkan tipikal gadis rumahan yang berwajah cantik dan bertubuh indah namun terlihat alim dan nggak neko-neko.

Saat itu ia duduk di tepi ranjang bersama dengan bapak itu yang menghadapinya. Namun bapak itu kini mengubah posisi duduknya. Sepertinya ia akan segera memulai aksinya karena tentu tujuannya datang kemari tak hanya untuk sekedar ngobrol dengan kakakku, bukan?

Ia bergeser dengan duduk persis di sebelah kakakku sampai lengannya menempel di lengan kakakku. Tangan kirinya memeluk bahu kakakku dan tangan kanannya memegang bagian atas lutut kakakku yang sebagian masih tertutup daster.

“Kamu makin hari jadi makin cantik aja, Stefany-ku sayang,” rayu bapak itu sambil memandang wajah kakakku sementara tangan kirinya meraba-raba lengan dan sekujur punggung kakakku.

“Iiih, Mas Zul bisa aja. Paling pintar ngerayu deh,” kata kakakku sambil tersipu.

Sesaat kupingku terasa panas! Baru pertama kali itu aku mendengar kakakku mengucap kata-kata seperti itu kepada seorang laki-laki dan menurut saja diperlakukan seperti itu! Sementara, orang yang dipanggil “mas” itu umurnya lebih dari 2x umurnya sendiri!

“Bikin aku jadi mupeng ngeliat wajah cantik orientalmu, hehehe..,” kata “Mas Zul itu” sambil mengelus pipi dan meraba dagu kakakku. Lalu ia menciumi pipi, rambut dan telinga kakakku.

Tak lama dari situ diciumnya bibir kakakku yang nampak pasrah menurut saja. Bapak itu melumat dan menjelajahi seluruh bagian bibir kakakku dengan penuh nafsu. Kakakku memejamkan mata dan menerima ciuman itu.

Bapak itu mengeluarkan jurus lidahnya dengan mengadu dan menjulur-julurkan lidahnya dengan lidah kakakku. Untuk beberapa saat lamanya mereka melakukan deep french kissing.

Sambil menciumi kakakku, kedua tangan bapak itu rupanya tak mau tinggal diam. Tangan kanannya menyusup ke dalam daster kakakku dan meraba-raba seluruh bagian pahanya. Tangan kirinya, sambil memeluk dan mendekap kakakku, meraba tubuh bagian depannya terutama bagian dada kakakku.

Meski melihat dari luar jendela, nampak jelas olehku tangan bapak itu yang meraba dan meremas kedua payudara kakakku. Dengan kedua tangannya bermain-main di tubuhnya, kini tubuh kakakku bagaikan terbelenggu oleh kedua tangan itu. Sehingga ia tak bisa bergerak atau berbuat lain kecuali menerima apapun perlakukan bapak itu terhadap dirinya.

Entah karena dirinya diraba-raba dan diciumi jadi nafsu birahinya ikut naik atau karena tak ada pilihan lain, kakakku jadi semakin berani dan liar dengan membalas tindakan bapak itu. Setiap ciuman bibir dibalasnya dengan ciuman di bibir yang tak kalah ganasnya.

Setiap pagutannya dibalas dengan pagutan yang sama-sama liar. Bahkan lidahnya kini ikut sama-sama aktif beradu dengan lidah bapak itu.

Tak hanya itu. Kini tangan kanannya pun dengan inisiatif-nya sendiri meraba-raba bagian selangkangan bapak itu lalu meremas dan mengocok penis bapak itu! OMG, my sis! Siapa yang ngajarin kayak gini sama loe?! Sungguh tak disangka-sangka ternyata ia cukup berpengalaman dalam hal ginian!

Rupanya, bapak itu jenis orang yang tak mau digertak dan dikuasai oleh perempuan. Untuk membalas kelakuan kakakku terhadapnya, bapak itu menyingkap daster kakakku ke atas dan memasukkan tangannya ke dalam cd-nya.

Kini tangan coklat gelap itu terlihat bergerak-gerak dan bermain-main di balik cd mungil kakakku. Satu hal yang membuat kakakku mulai mengeluarkan lenguhan-lenguhan erotis. Lagi-lagi, satu hal yang sungguh tak lazim keluar dari mulut kakakku.

Provokasi yang dilakukan kakakku itu rupanya berdampak panjang. Birahi memuncak bapak itu kini seakan tak terbendung lagi. Puas menggrepe-grepe sekujur tubuh kakakku dan memainkan bagian rahasianya, sambil terus melumat bibir kakakku dengan ganas ia menggunakan berat tubuhnya untuk mendorong kakakku ke ranjang.

Sehingga kini tubuh kekarnya menindih tubuh kakakku yang jadi telentang di atas ranjang.

Sambil terus menciumi, tangan kirinya kini membelai-belai rambut sementara tangan kanannya lagi-lagi “roaming” dengan bebas di seluruh tubuh kakakku sesuai kemauannya. Dengan posisi telentang, kedua paha mulus kakakku kini nampak dengan jelas. Begitu pula dengan cd berenda warna hitamnya.

Kutahu ini adalah salah satu cd mahal yang dimilikinya. Dan, tangan sawo matang bapak itu mendarat di pahanya dan meraba-raba paha putih mulus dan sexy itu. Yang kemudian dilanjut dengan dimasupkan kembali ke dalam cd-nya. Terlihat tangan di dalam cd itu bergerak menggesek-gesek. Lagi-lagi terdengar seruan-seruan pendek nan erotis dari mulut kakakku.

Bapak itu kini menggerakkan kedua kakinya sehingga ia menindih tubuh kakakku secara total. Dadanya menempel ke dada kakkku. Selangkangannya di pangkal paha kakakku. Dan kedua kakinya di atas kedua kaki kakakku. Sementara bibirnya terus mengunci bibir kakakku.

Sempat timbul rasa kuatir dariku bila kakakku akan kesulitan bernafas! Karena ia tak bisa bergerak sama sekali. Nampak jelas kakakku betul-betul berada di bawah kekuasaannya, baik secara fisik maupun mental! Bapak itu betul-betul mendominasi segalanya.

Untungnya hal itu tak berlangsung lama. Bapak itu sepertinya juga mafhum dengan situasi yang ada dan tak ingin sungguh-sungguh menyakiti gadis yang menjadi pemuas birahinya ini. Dan memang betul, sejenak kakakku nampak agak terengah-engah nafasnya. Membiarkan kakakku mengatur nafas, bapak itu membelai-belai rambutnya.

Setelah jeda sejenak, permainan kembali berlanjut dan rupanya makin mendekati “menu utama”. Diangkatnya daster kakakku dan dikeluarkannya dari lehernya. Sehingga kakakku kini hanya memakai bra dan cd hitam saja dengan posisi miring dan bagian bawah tubuhnya menempel di ranjang.

Jujur kuakui, posisi yang sangat menggairahkan dan menantang! Tak heran kalau bapak itu menyaksikan sejenak menikmati pemandangan indah tubuh sexy kakakku yang terbalut lingerie nan indah dan mewah. Warna hitam pakaian dalamnya sungguh kontras dengan kulit tubuhnya yang putih.

Bra berenda hitam yang dikenakannya menunjukkan keindahan payudaranya yang tampak begitu penuh berisi dengan bagian atas yang terbuka. Cd hitam yang agak mungil itu membuat femininitas dirinya begitu terpancar. Membuat setiap mata lelaki yang melihat ingin merengkut sisa-sisa kain yang masih melekat di tubuh sexy-nya.

“Kamu sungguh sexy sekali, sayang. Tubuhmu sungguh indah. Tak heran kemarin banyak lelaki yang tergila-gila denganmu. Namun, hanya aku di dunia ini yang bisa menikmati tubuh mulusmu secara total. Hahahahaha,” terdengar suara ego tinggi laki-laki bapak itu.

Tanpa peringatan, kedua tangannya merengkuh bagian punggung kakakku untuk melepas pengait bra 34C-nya itu. Dan… WOW!! Bapak itu tak berkedip menatap sepasang payudara indah kakakku yang terpampang secara gamblang di depan matanya itu! Keduanya begitu simetri bagai pinang dibelah dua.

Dan payudaranya sungguh penuh padat berisi dan kencang. Begitu putih, menggoda dan menggiurkan. Kedua putingnya berwarna merah dan berdiri tegak mengacung ke depan! Bagaikan strawberry yang baru dipetik. Yummy dan menggairahkan!

Sambil kedua mata terus berbinar-binar menatap lekat-lekat “buah kesukaan laki-laki” milik kakakku dan senyum mesum tersungging di bibirnya, diloloskannya “benteng terakhir” kehormatan kakakku, yaitu cd-nya. Sekejap cd itu berpindah ke tangannya yang lalu dilemparkannya.

Kini di lantai berserakan pakaian kakakku yang beberapa saat lalu membalut dengan sopan tubuhnya: daster, BH, dan cd-nya. Sementara tubuh kakakku kini dalam keadaan polos, nude, bugil! Nampak bulu-bulu halus vaginanya yang seolah sengaja ditata dengan rapi.

Bapak itu kembali memanjakan matanya dengan memandangi tubuh telanjang bulat kakakku dengan wajah berseri-seri dan mata bercahaya. (Jujur saja, sebelum ini aku memang pernah melihat kakakku telanjang bulat, yaitu 2 tahunan lalu.

Namun kuakui, kali ini auranya jauh lebih terpancar dibanding saat itu. Mungkin karena tubuhnya kini lebih terlatih. Atau mungkin karena ada faktor bapak itu yang terus menerus memandangi dengan tatapan jalang penuh birahi!) Bahkan kini, dengan kurang ajarnya tubuh telanjang bulat kakakku kembali “dimainkannya” dengan menyuruhnya membentangkan kedua kakinya.

Sehingga kini bahkan bagian vulva vaginanya yang berwarna segar kemerahan dengan liangnya yang terlihat tertutup rapat juga terekspos secara gamblang nyata. Sambil tersenyum-senyum mesum, tangan hitamnya itu menjamah vagina kakakku. Mulanya meraba-raba bulu-bulu halusnya kemudian menyentuh “bibir”nya dan memain-mainkannya sejenak.

Bapak itu kemudian melepas seluruh pakaiannya juga, dari kaosnya, celana panjangnya, sampai terakhir cd-nya. Kini pria setengah umur itu juga telanjang bulat. Badannya nampak cukup kekar dengan sedikit perut membuncit namun secara keseluruhan terlihat cukup fit.

Sementara batang penisnya nampak telah menegang keras ke atas. Penisnya terlihat cukup “gemuk” diameternya dan nampak lebih hitam dibanding bagian tubuh lainnya dengan berurat keras dan kepalanya disunat.

Dengan tubuh yang telanjang bulat, bapak itu menindih tubuh kakakku. Dengan ganas ia menciumi wajah dan bibirnya. Sementara dadanya menempel di dada kakakku, membuat payudara Cie Stefany terhimpit oleh dada kekarnya. Penisnya menegang keras menempel di vagina kakakku.

Nampak kontras perbedaan warna kulit diantara kedua tubuh itu. Yang diatas coklat sawo matang dan kekar. Yang dibawah putih halus dan lembut.

Dengan sedikit menggeser tubuhnya, kembali ia melumat bibir dan melakukan french kissing dengan kakakku. Sementara tangan kanannya meraba-raba payudara kanannya. Payudara indah kakakku betul-betul diremas-remasnya habis. Ibu jari dan telunjuknya memain-mainkan puting payudaranya yang kemerahan itu.

Bapak itu menggeser turun kepalanya. Ia menciumi leher kakakku dengan penuh nafsu. Bagaikan dracula yang menerkam korbannya, ia mengecupi seluruh bagian leher putih itu.

“Aaahhh… aahhh….” kakakku mendesah-desah.

Puas menikmati leher mulus kakakku, bibirnya kini turun ke bawah menyasar payudaranya. Sambil satu tangan meremas-remas dan memainkan putingnya, mulutnya menikmati sisi yang lain. Ia menciumi hampir semua bagian payudara kakakku dan lidahnya pun ikut menjilat-jilat.

Bermula dari lingkar luarnya menuju ke dalam. Sampai akhirnya puting payudara kakakku berada dalam emutan mulutnya.

“Cep.. cep.. cep..” Cukup ganas bapak itu mengenyoti kedua puting kakakku bergantian, sampai terdengar suara kecipakan mulutnya di atas payudaranya. Lidahnya menari-nari memainkan dan menggerak-gerakkan puting yang memang cukup menonjol itu

.Lagi-lagi beda warna kontras antara mulutnya yang sawo matang dan bibirnya yang kehitaman dengan payudara putih dan putih merah kakakku sungguh begitu mencolok!

“Ahhhh…. ahhhhhh…. aaahhhhh….”

Kakakku alih-alih marah payudaranya dimainkan dan dinikmati oleh laki-laki ini, malah justru ia terlihat menikmati permainan itu. Rangsangan mulut dan lidah bapak ini sepertinya justru makin meningkatkan gairah birahinya.

Kini sambil menikmati payudaranya diemut-emut, dikenyot-kenyot, dan dilidahi, tangan kakakku kini menyentuh dan menggesek-gesek vaginanya sambil ia terus mendesah-desah erotik dan menggerak-gerakkan tubuhnya. Membuat bapak itu jadi makin ganas melahap sepasang “buah yang paling disukai laki-laki” milik Cie Stefany.

Puas menikmati payudara kakakku, bapak itu menghentikan aksinya. Kedua kaki kakakku dibentangkannya. Membuat liang vaginanya yang telah basah berlendir dengan sebagian turut membasahi seprei jadi terlihat jelas.

Aku menahan nafasku dengan hati berdebar. Karena aku dapat menduga apa yang akan ia lakukan selanjutnya terhadap kakakku…
Dan, memang… Bapak itu mengarahkan ujung penisnya di depan mulut vagina kakakku sementara dirinya bersiap kembali menindih kakakku.

“Aagghh!” Kakakku mengeluarkan seruan keras saat bapak itu mendorong penisnya dengan kuat menembus liang vagina kakakku.

Sampai akhirnya penis besar hitam berurat itu, baik kepalanya yang tersunat maupun batang tubuhnya seluruhnya masuk amblas ke dalam vagina kakakku.

“Agghhh…. aaggghhh…. aagghhhh…..”

“Aaagghhhh…..aaaghhhhh….aaggggghhhh….”

Sejak itu, desahan-desahan kakakku memenuhi isi ruangan kamar itu bahkan sampai keluar ke halaman. Karena bapak itu tanpa sungkan-sungkan lagi terus menghajar dan menggedor-gedor penisnya maju-mundur di dalam tubuh kakakku.

Dengan wajah penuh nafsu, ditatapnya wajah cantik oriental kakakku sambil penisnya menikmati vaginanya dan tangannya lagi-lagi memainkan payudara dan putingnya.

Saat itu kakakku betul-betul dalam keadaan yang tak bisa berbuat apapun kecuali menerima dengan pasrah apapun perlakuan terhadap dirinya. Sementara bapak itu tanpa ada kendor sedikitpun terus memberikan “jab” yang bertubi-tubi.

Sepertinya ia sedang melampiaskan seluruh hasrat, nafsu, kebrutalan, rindu dendam yang telah lama terpendam dalam dirinya. Total male domination!

Pikiranku agak berkunang-kunang menyaksikan kakakku disetubuhi dan didominasi seperti itu! OMG, Cie Stefany! Keluhku dalam hati. Biasanya kau demikian dominan sehari-harinya. Semua berada dalam kontrolmu.

Bahkan Papa pun juga seringkali selalu menurutimu. Namun kini kau betul-betul tak berdaya sama sekali. Bahkan tak bisa berkutik sedikitpun kecuali pasrah menerima apapun perlakuan bapak itu. Kini kon*ol bapak itulah yang mengontrol dirimu secara total.

Kalau tak melihat secara langsung, rasanya tak percaya kakakku mau diperlakukan kayak gini. Biasanya kakakku selalu menjaga kehormatan dan harga dirinya. Meski sering berpakaian seksi, itu lebih karena ia menyukainya bukan untuk sengaja mengundang laki-laki untuk berbuat iseng terhadapnya.

Sebaliknya, justru ia selalu menjaga ruang cukup lebar bagi laki-laki iseng yang berniat menggodanya apalagi berani main-main dengannya. Bahkan waktu itu saat baru berumur 17 tahun, ia dengan berani menolak saat pipinya akan diraba oleh salah seorang anggota organisasi preman. Satu hal yang memicu kami akhirnya pindah ke ibukota.

Tapi apa yang kulihat kini…. ia tak hanya membiarkan bapak itu sekedar menyentuh pipi dan wajahnya saja. Namun bahkan ia rela dirinya ditelanjangi dan disetubuhi olehnya! Tanpa status yang jelas, Stefany, kakakku yang begitu cantik, menarik, dan dikagumi banyak orang itu…

saat ini sedang disetubuhi oleh bapak-bapak yang beda ras, beda warna kulit, dan beda dalam banyak hal termasuk umur yang kini memasuki masa puber kedua. Ini adalah aib bagi keluarga kami!

Mungkin aku sudah gila! Meski secara logika seharusnya aku marah, namun dalam diriku justru muncul perasaan nikmat yang aneh. Entah kenapa adegan yang kulihat ini justru membuatku terangsang hebat. Apalagi sekarang ini ketika kakakku sedang disetubuhi bapak itu.

Sambil menyaksikan dominasi kejantanan bapak itu terhadap Cie Stefany, aku mengocok penisku untuk mendapatkan kepuasan dengan caraku sendiri.

Bapak itu sepertinya tipe laki-laki tradisional dalam urusan seks dimana dirinyalah yang mendominasi perempuan pasangannya. Improvisasi boleh dilakukan namun setelah dasarnya selesai dan atas seijinnya.

Demikian pula dengan yang dilakukannya kini. Gedoran-gedorannya semakin gencar memompa penisnya masuk keluar di dalam vagina kakakku. Sesekali ia menciumi bibir, leher, atau payudara kakakku. Namun hunjaman-hunjaman penisnya itu terus selalu ajeg dan mantap.

Seolah tak memberi ruang pasangannya untuk berpikir lain selain mencapai klimaks. Karena semua ini hanya akan selesai setelah klimaks terjadi.

Dan itulah yang nampak terjadi terhadap kakakku. Digedor-gedor terus seperti ini, dihunjam-hunjam oleh penis besar dan perkasa bapak ini dan merangsang setiap titik syaraf sensitif dalam liang vaginanya, belum ditambah dengan rangsangan ciuman pada bibir, leher, dan payudara terutama putingnya yang sensitif, membuat dirinya akhirnya tak dapat menahan lagi.

Saat itu, sementara penis bapak itu terus menggedor-gedor seluruh ruang di dalam dirinya,

“Ooohhhh…. aaagghhhh…..aaaaggghhhhh……aaagggghhhh…”

Tubuh kakakku menggelinjang hebat dengan kedua tangannya mencengkeram erat tubuh pria yang sedang menindihnya itu, suaranya begitu nyaring dan kencang tak terkendali bagaikan orang kesurupan. Pada akhirnya kakakku mengalami orgasme klimaksnya!

Menyadari kakakku telah mencapai klimaks, kini gilirannya menikmati puncaknya. Bapak itu mengurangi tempo genjotannya. Kini penisnya dimaju-mundurkan dengan tempo lambat. Sambil ia menyaksikan betapa kepala penisnya yang disunat menembusi liang vagina gadis keturunan Chinese yang cantik ini.

Kemudian seluruh batang tubuh penis besar hitam coklat beruratnya masuk menembus kedalamnya. Sungguh puas dirinya melihat desahan dan ekspresi wajah gadis oriental ini ketika penisnya melanggar masuk ke dalam tubuhnya dan mengocoknya.

Sementara kedua payudaranya yang padat berisi jadi berguncang-guncang dan berputar-putar akibat kocokan penisnya dalam liang vaginanya.

Sesekali diemut-emutnya payudara indah Stefany. Sementara puting merahnya yang segar menggairahkan dihisap-hisap dan digigit-gigit kecil juga dilidahi.
Sampai akhirnya….

Crottt….crottss….crotttss…..crotttsss…..

Wajah bapak itu terlihat sedikit memerah ketika cairan kental di dalam penisnya muncrat keluar di dalam liang vagina Stefany. Penisnya terus dipompa didalam tubuh Stefany. Seolah ingin mengeluarkan seluruh isi cairannya di dalam tubuh gadis itu. Sampai akhirnya…tetes terakhir dan gerakan terakhir.

Kemudian seluruh keperkasaan bapak itu lenyap dan kini ia terbaring dengan nafas memburu di sebelah Stefany. Namun wajah bapak berkulit sawo matang itu nampak terlihat puas.

Sangat puas sekali!

## Catatan penulis: yang diantara kurung () adalah pemikiran dalam hati Rico. Diluar itu adalah apa yang dia lihat dan dengar.

(Setelah mempertimbangkan semua faktor, pada akhirnya kemarin kuputuskan untuk go with the flow saja dan membiarkan apa yang selama ini telah terjadi untuk tetap terjadi. Daripada sok jadi pahlawan berusaha membawa kakakku ke “jalan yang benar”, nantinya malah bikin gaduh keluarga dan salah-salah aku bakal dimusuhi keluarga besarku.

Suka tidak suka, banyak orang lebih memilih hidup dalam kepalsuan yang manis dibanding menerima kebenaran yang pahit. Demikian juga dengan keluarga besarku termasuk Papa. Di mata mereka, kakakku adalah “angsa yang cantik”, sementara aku adalah “bebek yang jelek”.

Mereka semua akan “memanggangku” kalau aku sampai berani mengungkapkan hal yang sedemikian negatif tentang kakakku. People will kill the messenger who brings the bad news. Meski sebenarnya ia hanya sekedar menjalankan tugasnya. Jadi bisa-bisa nanti aku, selain tak diakui keluarga juga, jadi orang luntang lantung karena kakakku tentu sangat marah kepadaku dan tak mau membiayai hidupku lagi.

Lagipula, HEH, apa itu “jalan yang benar”? Masing-masing orang punya pandangannya masing-masing. Bagi kakakku, mungkin jalan yang dilakukannya saat inilah “jalan yang benar”. Lalu, gimana cerita aku yang secara finansial tergantung penuh padanya, kini dengan lancang berani menunjuk kesalahannya dan menyuruhnya untuk kembali ke “jalan yang benar”?

Melaporkan ke Papa? Tanpa mengurangi rasa hormat kepadanya, bahkan hidupnya sehari-hari pun kini ditunjang oleh kakakku. Selain itu, dimatanya aku adalah anaknya yang biasa sementara kakakku adalah anak kesayangannya. Berani-berani lancang ngaduin keburukan anak kesayangan? Ujung-ujungnya nanti bakal aku juga yang disalahkannya.

Sebaliknya dengan bertindak pura-pura bodoh, seluruh kebutuhan hidup dan sekolahku terjamin. Uang sakuku terjamin. Sementara diam-diam aku dapat mengamati dan mengasah kemampuan terpendamku tanpa menimbulkan kecurigaan.

Satu hal yang entah kenapa, membuatku begitu bersemangat. Seperti menemukan mainan baru. Atau seperti live show barusan, yang memberikan sensasi yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Meski mungkin hanya orang yang cuckold saja yang mampu mengerti.

Jadi biarlah aku mengambil jalan yang secara moral mungkin salah namun secara pragmatis memberikan banyak keuntungan. Apalagi kriteria benar / salah di jaman sekarang sudah tak jelas. Banyak contoh, orang yang secara moral benar justru disalah-salahkan sementara yang salah malah dianggap pahlawan. Jadi persetan dengan moralitas!

Lagipula, dari yang kulihat sejak tadi kakakku pun juga tak terlalu keberatan-keberatan banget menjalani ini semua kalau tak mau dikatakan turut menikmatinya juga. Bahkan saat ini, sikapnya begitu manis dan mesra terhadap bapak itu).

“Mas Zul bikin seluruh badanku lemas semua,” kata kakakku sambil menatap dan merajuk manja kepada bapak itu.

“Kamu juga bikin mas jadi lemes, sayang. Terutama bagian tubuh yang satu itu. Hehehehe…”

“Iiihh.. Mas..”

“Hehehe, tapi kamu suka khan sayang? Enak khan dan puas? Hahahaha…” kata Pak Zul sambil merebahkan kepala kakakku yang nampak tersipu malu itu di dada kekarnya. Membuat payudara putihnya kini menempel di perut Pak Zul. Sambil memeluk tubuh Stefany, Pak Zul meraba-raba punggung putihnya.

“Kulitmu putih mulus, Stefany. Ini yang aku suka dari gadis-gadis Chinese seperti kamu. Apalagi kamu sungguh cantik sekali,” katanya sambil meraba wajah Stefany.

“Dan, buah dadamu ini sungguh padat berisi dan penuh. Beda dengan teman-teman kamu yang lain, hehehehe,” Pak Zul tertawa-tawa sambil menelentangkan kakakku supaya tangannya dapat meraba-raba payudara putih Stefany.

“Putingmu merah begitu menggairahkan dan nafsuin,” katanya saat jari-jarinya memainkan kedua puting kakakku.

“Tapi yang paling asyik adalah kewanitaanmu ini,” katanya sambil tangannya meraba bulu-bulu kemaluan dan vagina Stefany.

“Dari sejak pertama sampai sekarang masih tetap peret dan enak digoyang. Dan merah pula, hahahaha,” sambil tangannya menggesek-gesek vaginanya.

“Masih ingat khan kamu waktu itu ketika kamu melepas keperawananmu waktu kita pertama kali ML? Setahunan yang lalu itu ya.. Di Four Seasons. Sampe seprei ranjangnya ada bekas darah.”

“Iih Mas, malu ah,” jawab kakakku sambil tersipu.

“Hahaha, kenapa malu sayang? Justru itu adalah awal dari perjalananmu menjadi seorang wanita dewasa. Dan aku bangga menjadi pria pertama yang menikmati dan memetik kegadisan gadis cantik Chinese seperti kamu. Hehehehe..”

“Tuh Mas Zul mulai lagi deh.”

“Maafkan aku sayang. Karena memang hal-hal beginilah yang membuat ego laki-laki terangkat. Suka tak suka, perempuan diciptakan untuk memuaskan nafsu laki-laki. Apalagi perempuan yang beda ras, sensasinya juga jauh lebih luar biasa.”

“Apalagi, kamu ini bukan gadis sembarangan. Kamu tak hanya berwajah cantik, punya tubuh indah, dan kulit putih mulus saja. Tapi kamu punya kelas. Terbukti, tak semua orang bisa mendekati kamu khan. Beda dengan gadis-gadis lain yang bisa tidur dengan laki-laki manapun asal punya uang. Kamu bukan tipe gadis seperti itu. Tapi yang paling utama kamu ini gadis yang punya “marwah” tinggi.”

“Apa maksudnya marwah itu?” tanya kakakku.

“Hmm gimana jelasinnya ya… ini sesuatu yang tak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Seperti wibawa dalam diri seseorang gitulah. Orang yang punya wibawa tinggi akan membuat segan orang-orang disekitarnya. Ah…. kalau untuk perempuan istilah tepatnya adalah kemuliaan. Ya, kemuliaan.

Nah, kamu ini punya kemuliaan yang tinggi. Hanya laki-laki yang punya wibawa lebih tinggi yang bisa bersanding dengan kamu. Saat perempuan menikah, maka kemuliaan yang ada pada dirinya akan diserap oleh suaminya.

Sama juga saat berhubungan seksual. Itu kenapa secara metafisika laki-laki suka berhubungan seksual dengan perempuan terutama yang kemuliaannya tinggi. Karena itu akan meningkatkan wibawa dirinya.”

(Omongan bapak itu ada benarnya juga sih. Waktu kita masih tinggal di daerah, pernah ada satu kenalan Papa seorang paranormal yang tinggal di desa mampir ke toko kami. Saat melihat kakakku yang waktu itu berusia pra remaja (sekitar 14 tahunan) dan setelah kakakku pergi, orang itu tiba-tiba nyeletuk ke Papa dan bilang kalau kakakku punya kemuliaan yang tinggi.

Bisa jadi nanti ia mendapat jodoh orang besar / berpangkat / super kaya atau malah ia sendiri yang jadi orang sukses. Meskipun, kata orang itu, di saat awal masa mudanya ia bakal mengalami kehidupan yang “luntang-lantung”, namun pada akhirnya nanti ia bakal mendapat posisi yang mulia itu).

“Ya, mungkin kemuliaan dalam diri kamu ini menurun dari kakek kamu karena yang pernah kamu cerita, kakek kamu dulu adalah orang yang kaya raya di daerah ya,” bapak itu melanjutkan omongannya sambil tangannya menjelajahi sekujur tubuh mulus kakakku.

(Hmm… apabila betul kakakku pernah bercerita tentang keluarga kami segala kepada bapak ini, artinya hubungan mereka telah berjalan cukup dalam. Dan sepertinya itu yang dilakukan kakakku, karena kalau tidak bagaimana bapak ini bisa tahu tentang kakekku dan keluargaku).

“Yang pasti, kini akulah laki-laki beruntung yang mampu menikmati dirimu dan menyerap kemuliaan dari cucunya yang cantik dan menggairahkan ini. Hehehehe,” katanya dengan nada penuh kebanggaan sambil mengusap-ngusap payudara kakakku.

“Dan keluargamu juga membesarkanmu dengan baik. Terbukti sekarang kamu punya tubuh yang bagus. Apalagi ditunjang dengan kegiatan olahraga rutin kamu sekarang ini.”

“Jadi, selama kamu nurut dengan keinginan Mas, aku jamin hidup kamu akan selalu sejahtera. Karena mendapatkan gadis seperti kamu ini juga tidak mudah,” tambahnya lagi.

(Jadi hubungan mereka ini adalah absolute male domination dimana bapak itu betul-betul memegang kendali. Hmm.. ini seperti bukan sifat kakakku yang sehari-harinya begitu dominan. Namun yah, mungkin inilah satu-satunya pilihan bagi orang yang tak punya pilihan).

“Mas Zul, aku ke kamar mandi dulu ya.” (Bahkan untuk ke kamar mandi pun, ia mesti minta ijin dulu).

“OK, nanti aku menyusul sayang,” katanya lalu menepuk pantat bulat kakakku yang telah bangkit berdiri dalam keadaan bugil lalu berjalan menuju kamar mandi.

(Dalam kehidupan yang sehari-hari, apabila ada cowok iseng yang berani menepuk pantatnya, kakakku ini pasti akan marah besar).

Tak lama kemudian bapak itu juga menyusul masuk ke kamar mandi.

(Kamar mandi di dalam kamar kakakku itu juga mempunyai jendela yang menghadap ke taman. Sehingga aku juga bisa mengintipnya dari luar. Dengan menggunakan tangga, aku mulai mengintip dan menguping kegiatan mereka di dalam).

Kakakku sedang membilas tubuhnya dengan air shower dan menyabuni tubuhnya ketika bapak itu tiba-tiba menyeruak masuk. “Kamu cantik dan menggairahkan sekali, sayang.” Matanya tak berkedip menatap tubuh telanjang kakakku yang penuh dengan sabun.

Bulu kemaluannya yang agak jarang dan rapi penuh dengan busa sabun. Demikian pula paha, pinggul, perutnya yang rata, dan dadanya yang padat menonjol. Di sela-sela busa sabun di dadanya nampak kedua putingnya “mengintip” keluar.

Memang putingnya cukup menonjol ke depan dalam keadaan normal juga. Batang kejantanan bapak itu terlihat telah menegang saat menatap tubuh kakakku.

Mulanya kakakku terlihat agak kikuk dan malu dipelototin seperti itu. Namun ia menuruti permintaan bapak itu dengan membersihkan seluruh busa sabun di tubuhnya sambil sesekali tubuhnya bergerak dan memutar sebagaimana diperlukan.

Membuat mata bapak itu jadi lebih termanjakan dengan melihat lekuk liku tubuh sexy kakakku dengan berbagai pose yang berbeda. Apalagi ketika shower yang dipegangnya jatuh dan ia harus mengambilnya dengan membungkuk. Saat melakukan itu, liang vaginanya terlihat oleh bapak itu dari belakang diantara kedua pinggulnya yang bulat berisi.

Rupanya bapak itu tak bisa mengendalikan nafsunya lagi. Dengan serta merta ia maju mendatangi kakakku dan meraba-raba pantatnya. “Kamu ini nafsuin banget. Bikin aku pengen nyodok dari belakang, hehehe.” Jari-jarinya menjawil vulva kakakku dan menggesek-geseknya. Kemudian penisnya yang telah berdiri tegang ditempelkannya ke pinggulnya.

“Ayo nungging, sayang.”

Stefany hendak memprotes namun tak jadi. Lalu ia pun menungging dengan kedua tangannya memegang kran air panas dan dingin. Sementara shower digantungkan di atas sehingga membasahi mereka berdua.

Dan.. shleebb… shleebb…shleebb…
Bajingan tua itu memasukkan batangnya ke dalam vagina kakakku dari belakang, lalu dipompanya di dalam. Menggoyang pinggul bulat kakakku serta mengguncang-guncang seluruh tubuhnya termasuk kedua payudaranya dengan bergoyang kesana kemari.

“Aaahhh….ahhhhhh……aaahhhhh….” Suara nyaring kakakku mendesah-desah menggema di seluruh bagian kamar mandi.

Cleepp… cleepp… chleepp…

Suara selangkangan bapak itu beradu dengan pinggul kakakku ditambah dengan kecipakan air yang beradu di antaranya saat ia memompa batang kejantanannya di dalam.
Kedua tangan bapak itu memegang masing-masing satu buah dada kakakku lalu meremas dan menggoyang-goyangnya.

“Enak sayang?”

“Eh-ehnak sekali Mas. Eh.. ehh…ehhh.”

“Pengin diterusin?”

“Iy…iya Mas. Eh… terusin…ehh…ehh…”

“Ahh…ahhhh….ahhhh…nikmat…ahh.. Mas…”

“Ooohh… ohhhh…oooohhh…. aku ga kuat lagi Mas….”

“Agghhhhhhhhhhhh…………aaghhhhhhhhhhh…..oohhhhhhhhh….aahhhhhhhhhh….”

Sekujur tubuh kakakku menggelinjang-gelinjang dengan liar dan erotis. Kedua kakinya bergerak-gerak tak beraturan. Kedua tangannya yang tadinya memegang kran shower kini keduanya berada di udara menggapai-gapai tak karuan. Sementara tubuhnya dipegang oleh kedua tangan Pak Zul saat penisnya terus menghunjam-hunjam di dalam tubuh kakakku.

Sampai akhirnya gelinjangan kakakku berhenti. Pak Zul pun mengeluarkan penisnya. Napas kakakku masih agak terengah-engah saat ia membungkuk dan satu tangannya berada di dadanya. Meski singkat namun rupanya penetrasi Pak Zul dalam posisi doggy style mampu membuat kakakku orgasme lagi.

“Waah, basah lagi niy kamu,” katanya saat memegang vagina kakakku.

“Mandi lagi donk abis ini, hehehehe.”

“Gara-gara Mas Zul sih, iseng!” rajuk kakakku kepada bapak itu.

“Aaah, khan cuman dimasukin dikit aja, dan bentar juga.”

“Dimasukin dikit apanya… Kalo disodok-sodok gitu, ya gimana bisa nahan. Apalagi punya Mas gede gitu,” kata kakakku sambil tersipu.

“Hahahaha…” Bapak itu terlihat begitu bangga dan gembira mendengarnya.

“Tapi aku khan bertanggung jawab sayang, aku terusin sampe kamu “dapet”. Sementara kamu, masih kentang ini,” katanya sambil menunjuk batang kejantanannya yang masih berdiri kokoh.

“Musti bertanggung jawab ini kamu.”

“Jadi gimana maunya Mas.”

“Hmm… blow job donk. Tapi mandiin aku dulu ya.” (Wah dasar bandot tua ga mau rugi).

“OK,” jawab kakakku.

Lalu ia mengambil sabun dan mulai menyabuni seluruh bagian tubuh Pak Zul, dari atas sampai bawah, dari depan sampai belakang. Seluruhnya, tak ada yang terlewat. Batang penisnya yang hitam itu adalah yang paling lama disabuni dan disentuh oleh tangannya yang putih halus.

Mulai dari buah zakarnya, batangnya, dan leher serta kepala penisnya.. jari-jari Stefany dengan lincah bergerak-gerak cukup lama di bagian situ. Sementara tangan Pak Zul rupanya tak bisa diam.

Direngkuhnya payudara gadis didepannya dan diremas-remasnya yang kemudian dilanjutkan menggerayangi seluruh bagian tubuhnya yang ikut disabuni juga. Tak lama, tubuh keduanya jadi penuh sabun. Sementara air shower di atas mereka dihentikan sementara.

Stefany berdiri membelakangi Pak Zul. Tubuhnya yang putih mulus ditempelkan di tubuh sawo matang bapak itu. Dan digoyang-goyangkannya tubuhnya beradu dengan tubuh Pak Zul. Kedua pahanya beradu dengan paha belakang Pak Zul.

Bulu-bulu vaginanya menyentuh pantatnya. Kedua payudaranya yang menempel dan bergerak-gerak di punggung coklat sawo matang bapak itu. Sementara, tangan kanannya melalui bawah selangkangan Pak Zul meraih batang kejantanannya dan menggerak-gerakkannya bagai menggerakkan batang persneling mobil.

Kemudian bibirnya meniup bagian belakang telinga Pak Zul dan melidahinya sebelum akhirnya bibirnya bertemu bibir Pak Zul. Mereka berciuman dengan penuh nafsu sementara sekujur tubuh mereka saling bergoyang dan bersentuhan. Dan air shower kembali dinyalakan.

Setelah itu posisi berganti dengan Pak Zul di belakang. Sambil keduanya berciuman bibir dan lidah, kedua tangan Pak Zul menggerayangi tubuh depan kakakku. Batang kejantanannya ditekan di pinggul bulat kakakku. Tubuh kakakku ikut bergoyang dan ditekannya ke belakang seiring gerakan tangan dan tubuh Pak Zul.

Kini busa sabun telah hilang dan tubuh keduanya kini jadi basah mengkilap. Bedanya, tubuh kakakku putih mengkilap sementara tubuh Pak Zul coklat mengkilap. Namun mereka dan terutama bandot itu masih keenakan jadi gerakan tubuh keduanya masih terus berlangsung.

“Jangan dimasukin lagi ya Mas,” tiba-tiba kakakku melepaskan diri dari ciuman Pak Zul dan berkata. (Mungkin ia merasakan batang penis Pak Zul kembali menekan-nekan bibir vaginanya).

“Hehehe… ok sayang.” Kali ini bandot tua itu menurut perkataan kakakku.

“Tapi ingat hutang kamu masih belum lunas ya.”

“Iya.. sabar dulu deh.”

Setelah air shower kembali dimatikan, Stefany kembali berdiri membelakangi. Diciumi dan dilidahinya seluruh bagian leher bapak itu dari belakang, lalu beralih ke bagian belakang telinga. Ke sekujur punggung… pinggang… pantat… bagian belakang paha… bahkan sampai ke bagian bawah kaki.

Stefany lalu pindah ke samping. Dilidahinya lagi telinga dan sebagian pipi. Sambil sesekali melirik menatap bapak itu, bibir dan lidahnya lalu beroperasi di ke leher, pundak, dan seluruh bagian tangan termasuk jari-jarinya satu-persatu dikulumnya. Lalu pindah ke tangan bapak itu yang satunya … dengan aksi yang sama sambil sesekali melirik bapak itu.

Stefany mengecupi dan melidahi wajah bapak itu. Dari dahi, kelopak mata, pipi, telinga, pipi lagi, hidung, dagu, bibir, dan… lidah. Ya, keduanya kini saling berpagutan dengan bibir bertemu bibir dan kedua lidah saling berkecipakan beradu.

Beberapa kali tangan bapak itu merengkuh dan meremas-remas sepasang payudara putih di depannya. Namun setiap kali tangan jahil itu menyentuh payudaranya, tangan Stefany selalu menepuknya. Kali ini bapak itu selalu menurutinya dengan menghentikan aksinya. Sebelum ia melakukan usaha baru lagi yang kemudian ditepuk lagi.

Catbath itu beralih ke leher dan dada bapak itu. Bahkan puting bapak itu diemut-emutnya dan dijilat-jilatinya. Sebelum kemudian bergerak turun ke bagian perut. Beberapa kali Stefany menggunakan tubuhnya terutama dadanya untuk ditempelkan ke tubuh bapak itu. Malah beberapa kali kedua putingnya yang menonjol ikut menggelitik bagian dada dan perut bandot tua itu.

Permainan kemudian melompat melewati bagian selangkangan dan berlanjut ke kedua betis dan lutut bapak itu. Yang lalu bergerak naik ke atas ke bagian bawah paha lalu pangkal paha… kedua kakinya yang agak terbuka membuat wajah Stefany mampu meraih bahkan bagian paling atas dan tersembunyi dari pangkal pahanya untuk di kecupi dan dijilati.

Stefany kini mengecupi dan mengemut-emut buah zakar bapak itu. Lidahnya menyapu seluruh bagiannya. Sambil sesekali menengadah ke atas menatap wajah Pak Zul, bibir dan lidah Stefany kini beroperasi di penis hitam besar berurat itu.

Dimulai dengan lidahnya menjilat bagian depan penis mulai dari bawah dekat buah zakar sampai ke ujung paling atas. Lidahnya kemudian menari-nari di batang tubuh penis hitam itu. Menyapu seluruh bagiannya termasuk juga urat-urat yang menonjol itu. Bagaikan kuas tipis yang melukis di atas kanvas.

Lidah itu perlahan namun pasti merayap naik ke bagian leher. Seluruh bagian leher itu jadi basah dibuatnya akibat sapuan ujung lidah itu. Sampai akhirnya lidah itu mencapai kepala penis yang besar yang beberapa saat lalu masih berada di dalam vaginanya.

Lidahnya menjilati seluruh bagiannya. Selain digunakannya juga bibirnya untuk mengulum kepala yang membesar itu. Dengan terkadang diselingi dengan emutan lembut di batang tubuhnya.

Sambil berlutut di depannya, Stefany kembali menatap Pak Zul. Kemudian dikulumnya batang kejantanan bapak itu, baik kepala maupun batangnya. Ia menggerak-gerakkan mulutnya naik turun mengemuti penis itu.

Di dalam mulutnya, terlihat lidahnya juga ikut bermain dengan menari-nari secara acak. Seolah dengan penuh penghayatan, Stefany terus mengoral penis Pak Zul dengan seluruh kepalanya ikut naik turun. Sesekali terlihat pipinya yang menyembul akibat penis di dalam mulutnya itu. Payudaranya kini ditempelkan ke kaki bapak itu.

(Sungguh tak kusangka, ternyata kakakku ini sudah begitu mahir dalam hal beginian. Yang pasti bandot tua bangsat inilah orang yang paling bertanggung jawab yang telah merusak kakakku! Pertama dengan memerawaninya.

Kemudian disuruh melakukan hal-hal macam-macam melebihi sekedar hubungan seksual di ranjang. Akibatnya, urat malu kakakku jadi “putus” terbukti dengan tak canggungnya ia kini melakukan hal-hal itu).

Bandot tua bangsat itu terlihat begitu keenakan penisnya diemut-emut di dalam mulut hangat Stefany. Nafasnya mulai terengah-engah dan melenguh-lenguh. Matanya memandang lekat-lekat gadis dibawahnya yang juga sedang menatapnya sambil mulutnya terus bergerak naik turun.

Kedua tangannya kini memegang rambut dan kepala Stefany menyuruhnya untuk terus menyepong batang kejantanannya. Stefany pun mematuhinya bahkan makin mempercepat gerakan mulutnya.

Sampai akhirnya tiba-tiba bandot bangsat itu menghentikan gerakan Stefany lalu mengeluarkan penis hitamnya dari mulut gadis itu. Dikocok-kocoknya sebentar sampai tak lama kemudian…

Crrroottttssss…..Encrooottssss…..Khecrottssss……Makcroottssssss…….

Air maninya berhamburan menyemprot kemana-mana di wajah cantik oriental Stefany. Membuat wajahnya jadi belepotan dengan sperma menempel di mana-mana. Mulai dari pipi, bibir, hidung, dahi, kelopak mata, dagu, bahkan juga ada yang mendarat di rambutnya.

Apalagi air mani yang dikeluarkan bangsat tua ini rupanya cukup banyak.
(OMG, Cie Stefany! Kini kau jadi sama seperti cewek-cewek yang ada di JAV!! Mungkin malah lebih parah karena at least di JAV cowok-cowoknya seumur).

Bersambung